Disebut Mirip Toren Air, Tugu Pamulang Kini Dipagari Seng

Hambali, Okezone · Rabu 14 April 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 338 2394765 disebut-mirip-toren-air-tugu-pamulang-kini-dipagari-seng-EJ9Fg0ufN5.jpg Tugu Pamulang (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Wajah Tugu Pamulang yang sempat viral kini mulai berbeda. Sejumlah petugas lapangan terlihat memindahkan tanaman hias di bawah tugu, dan menutupinya dengan seng setinggi 1,5 hingga 2 meter, Rabu (14/04/21). Diketahui, tugu tersebut sempat jadi viral dan disebut mirip toren air.

Pemagaran seng dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten. Mereka beralasan, pemagaran itu untuk meredakan kegaduhan yang ramai belakangan ini sekaligus sebagai persiapan pembangunan tahap selanjutnya.

"Kita pagari seng sementara, biar enggak gaduh lagi. Kalau tanaman di bagian bawahnya kita pindahkan dulu, bisa nanti pinjam tempat dulu di mana misalnya," ujar Kadis PUPR Banten, M Tranggono.

Menurut Tranggono, pembangunan tahap 2 yang akan merubah bentuk Tugu Pamulang sesuai desain menara Masjid Banten kemungkinan terlaksana pada anggaran perubahan. Sebab, anggaran saat ini lebih banyak tersedot refocussing Covid.

"Tentu inginnya segera dikerjakan, maka kami juga sedang berkordinasi dengan PU Tangsel. Kalau menggunakan anggaran provinsi, maka kemungkinan di perubahan nanti," jelasnya.

Tugu Pamulang itu merupakan proyek pengerjaan dari Dinas PUPR Provinsi Banten. Sejak 2017 silam perencanaannya telah digarap, dan baru direalisasikan tahun anggaran 2018 dengan nilai mencapai Rp300 jutaan.

Desain Tugu Pamulang (Foto : Okezone.com/Hambali)

Baca Juga : Viral Pria Keramas Pakai Air Minum PAM, Wagub DKI: Rasa Malu Adalah Disiplin Kita

Baca Juga : Viral Tugu Pamulang Mirip Toren Air, Kadis PUPR Banten: Saya Juga Sedih Lihatnya

Pada tahun 2019, bentuk Tugu Pamulang banyak dipertanyakan lantaran dianggap tak sesuai dengan simbol menara Masjid Banten. Akhirnya Dinas PUPR Banten mengkaji desain kedua, dengan anggaran sekira Rp200 jutaan.

"Tahap dua itu yang sampai sekarang belum terealisasi. Karena akhir 2019 baru direncanakan, desainnya, anggarannya, lalu awal 2020 terkena Covid sehingga anggarannya direfocussing," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini