Cipinang Melayu Banjir hingga 1 Meter, Ketua RT: Sudah Biasa

Widya Michella, MNC Media · Kamis 15 April 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 338 2395004 cipinang-melayu-banjir-hingga-1-meter-ketua-rt-sudah-biasa-ia4P7R8iWN.jpg Ilustrasi (Foto : MPI/Widya)

JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur menyebabkan banjir hingga 1 meter pada magrib, Rabu,(14/04/2021) telah surut.

Saat ditemui di sisi jalan sungai Sunter Hulu, Winarsih (54), warga RT012/RW03 mengatakan awal mula peristiwa banjir tadi malam yaitu disaat sore hari jam 16.00 WIB hingga magrib. Hujan deras selama dua jam ini menyebabkan banjir setinggi 1 meter.

"Surutnya jam 1 malem. Setiap tahun memang seperti ini hujan pasti banjir, warga sudah waspada kaya mulai angkat-angkat barang ke lantai atas, dan jaga kondisi kesehatan,"kata Winarsih.

Warga lainnya, Rubiyati, (37) menyebut warga sudah diberikan tempat pengungsian sementara di Masjid Al-Mukarobbin yang terletak di RW,03. kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur.

"Saya punya anak kecil, jadi setiap banjir pasti mengungsi ke atas kan takut airnya naik sampai 3 meter,"tutur Rubiyati.

Sementara Ketua RT10 / RW03, Suharto memberikan komentar terkait penanggulangan banjir dengan alat peringatan dini dari Kelurahan, RT dan RW menggunakan toa.

Setelah itu, warga mulai memindahkan alat transportasi nya seperti mobil, motor ketempat yang tinggi.

"Kurang lebih selama 7 jam banjir surut pukul 23.00 WIB. Banjir ini sudah biasa hanya sekitar 80 cm sampai 1 meter. Warga sudah dievakuasi Al Mukarobbin di RW 03. Karena kita membantu warga yang rumahnya tegenang banjir, namun jika warga memiliki lantai tingkat, maka tidak mengungsi. Jika tingginya sudah lebih dari 3 meter, kami sudah siapkan tali tambang secara mandiri agar mudah dievakuasi," kata Suharto.

Baca Juga : Cipinang Melayu Banjir, Warga: Sudah Tiga Kali Selama 2021

Ia pun menghimbau agar pemerintah cepat dalam melakukan normalisasi di sungai Sunterhulu. Hal tersebut guna mengurangi air masuk ke dalam pemukiman warga.

"Berdasarkan angket masyarakat RT 10 mereka setuju untuk dilakukan normalisasi. Sebenarnya dari RW 12, kurang 1km lagi sampai jembatan, namun hingga kini belum ada kelanjutannya," tutup Suharto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini