34 Napi Teroris di Lapas Gunung Sindur Ucap Sumpah Setia NKRI

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 15 April 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 338 2395126 34-napi-teroris-di-lapas-gunung-sindur-ucap-sumpah-setia-nkri-4Gk9LUS0fd.jpg Sujonggo. (Foto: Putra R/Okezone.com)

BOGOR - Sebanyak 34 dari 56 narapidana kasus terorisme menyatakan ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Lapas Narkotika Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Kamis (15/4/2021).

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Sujonggo mengatakan, narapidana teroris yang menyatakan ikrar tersebut terdiri dari kelompok Jamaah Ansori Daukah (JAD) berbagai daerah di Indonesia hingga simpatisan ISIS. Rata-rata masih berusia muda.

"Alhamdulillah ini kerja sama Densus 88, BNPT, BIN dan juga pembina agama. Ke-34 itu rata-rata usia muda ada yang dari JAD, ada juga simpatisan ISIS," kata Sujonggo, kepada wartawan di lokasi.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 1 DPO Terduga Teroris di Jakarta

Sujonggo menambahkan, pembinaan deradikalisasi ini tidak sampai di sini. Tetapi akan terus dilakukan sampai narapidana bisa kembali lagi ke masyarakat.

"Pembinaan berjalan tidak berhenti di siji saja. Pidana beda-beda, tentu tingkatan bed-beda, usia, daya nalar beda-beda. Kita tetap bagaimana kembalinya ke masyarakat mau terima atau tidak. Jangan terulang hanya tidak diterima masyarakat," ungkapnya.

Sedangkan, untuk 22 narapidana teroris lainnya yang belum menyatakan ikrar setia kepada NKRI masih terus dilakukan pembinaan. Karena, butuh proses tergantung tingkatan paham radikal masing-masing.

Baca juga: 30 Eks Napi Terorisme Akan Dakwah Ramadhan di Masjid dan Ponpes

"Ini bukan untuk lulus ujian cepat keluar. Yang 22 orang belum, jadi pembinaan ibarat sekolah, ada yang cepat membaca, 1 bulan atau 2 bulan," jelas Sujonggo.

Sementara itu, Kalapas Narkotika Gunungsindur Damari mengatakan, proses deradikalisasi yang diberikan kepada narapidana ini bukan waktu yang singkat dan mudah. 

"Luar biasa sekali. Jangankan ikrar, mereka untuk hormat bendera saja enggak mau, yang masih radikal dan masih betul-betul militan tentu luar biasa sekali. Mereka pun melawan dengan kita," ucap Damhari. 

Dalam proses ikrar ini, para narapidana tersebut hormat kepada bendera merah putih, membacakan ikrar sembari diambil sumpah dan menandatangi pernyataan di atas materai. 

"Satu-satu hormat mencium bendera, tanda tangan, untuk membacakan ikrar, satu orang membacakan sambil disumpah oleh Kemenag dan 33 orang mengikuti. Kami enggak bisa prediksi (kembali radikal atau tidak ke depannya). Tapi paling tidak meyakini dengan mereka berucap ikrar cium bendera, tanda tangan materai sebagai bentuk keikhlasan untuk kembali," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini