Petugas Damkar Depok Serahkan Sepatu Kerjanya sebagai Barang Bukti Ke Kejari

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 16 April 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 338 2395663 petugas-damkar-depok-serahkan-sepatu-kerjanya-sebagai-barang-bukti-ke-kejari-jjB4oTETBY.jpg Petugas Damkar Depok laporkan kasus dugaan korupsi di tempatnya bekerja ke Kejari (Foto: tangkapan layar)

DEPOK - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Sandi Butar-butar mengatakan telah menyerahkan sepatu kerjanya kepada Kejaksaan Negeri (Kejari), Depok. Penyerahan dilakukan sebagai alat bukti bahwa adanya dugaan penyelewengan anggaran dana fasilitas sepatu Damkar Depok.

"Saya kasih ke Kejaksaan bang," kata Sandi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (16/4/2021).

Dia menjelaskan, penyerahan sepatu tersebut dilakukan sebagai alat bukti adanya dugaan pemotongan anggaran dana fasilitas sepatu tersebut.

"Penyerahan (sebagai) barang bukti," jelasnya.

Sepatu dari harga yang dianggarkan dengan yang dikasihkan ke petugas diduga harganya jauh berbeda. Hasilnya, kualitas sepatu yang diberikan tidak memenuhi spesifikasi. Salah satunya tidak ada besi pelindung di bagian depan dan bawah sepatu.

Baca juga: Sebelum Dilaporkan Sandi, Kejari Depok Usut Dugaan Korupsi Damkar sejak Maret

Dia menjelaskan, pagu anggaran setiap pasang sepatu mencapai Rp850 ribu. Namun kenyataannya, Sandi melihat sepatu yang diberikan kepada petugas di lapangan hanya berkisar di angka Rp400 ribu atau setengah dari pagu yang ditetapkan.

Baca juga: Begini Suasana Kantor Damkar Depok Usai Adanya Laporan Dugaan Korupsi ke Kejari

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok tengah mengusut kasus dugaan dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto kepada MNC Portal Indonesia menyebut, pengusutan kasus korupsi pengadaan sepatu tersebut dilakukan setelah adanya pemberitaan media.

"Bahwa terkait pengadaan sepatu di Damkar Kota Depok, Kejaksaan Negeri Depok telah melakukan pengumpulan data dan informasi sekitar akhir bulan Maret 2021," kata Herlangga melalui pesan singkat, Rabu 14 April 2021.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini