Damkar Depok Tak Berikan Alat Pembelah Cincin, Sandi: Anggota Patungan

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 16 April 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 338 2395815 damkar-depok-tak-berikan-alat-pembelah-cincin-sandi-anggota-patungan-IkZje5cUH1.jpg Kantor Damkar Depok (Foto: Dok Okezone)

DEPOK - Sandi Butar Butar menguak dugaan korupsi penyelewengan dana Covid-19 dan dana sepatu kerja di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Jawa Barat. Sandi juga menyebut ada sejumlah fasilitas inti yang tidak disediakan atasan tempatnya bekerja, bahkan sejumlah anggota ada yang rela patungan untuk membeli alat kerja tersebut.

Sandi mengatakan, sebagai anggota Damkar dirinya selalu diminta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Namun, Dinas di tempatnya bekerja tidak memberikan fasilitas yang memadai.

"Misalnya seperti alat pembelah cincin. Kan banyak panggilan ke Damkar karena cincin tak bisa dikeluarin. Itu kita minta kantor, kantor cuma bilang iya, iya, iya gitu aja," kata Sandi kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (16/4/2021).

Sandi menjelaskan, Dinas Damkar memberikan alat pembelah cincin hanya pada beberapa pos Damkar. Dengan kondisi tersebut komandan regu (Danru) yang membelikan fasilitas atau anggota melakukan patungan.

Baca juga: Pekan Depan, Kemendagri Panggil Pihak Terkait dalam Dugaan Kasus Korupsi Damkar Depok

"Beberapa tempat dikasih tapi di tempat lain ya dibeli oleh komandan regunya sendiri. Ada juga yang dari hasil patunagan, di pos Balai Kota waktu itu. Sekarang di pos Meredaka Danrunya sendiri," jelasnya.

Selain itu fasilitas lain, yakni alat menangkap ular. Alat penangkap ular dibuat sendiri oleh anggota dengan menggunakan besi bekas.

Baca juga: Tak Hadiri Panggilan Kemendagri, Ini Alasan Petugas Damkar Depok

"Dan juga alat penangkap ular, itu kami bikin sendiri dari besi bekas. Karena kita minta ke pejabat hanya bilang ya, ya, ya," pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini