Testing Covid-19 di DKI Jakarta Menurun, Ini Alasannya

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 April 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 338 2395888 testing-covid-19-di-dki-jakarta-menurun-ini-alasannya-zEDKEPUn07.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan ratio testing Covid-19 di Jakarta saat ini mengalami penurunan. Dalam sepekan biasanya bisa mencapai lebih dari 90.000 testing, namun saat ini hanya 68.000 testing.

Namun demikian, Widyastiti mengatakan bahwa ratio testing di Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan dengan standar World Health Organization (WHO).

“Yang pertama kami sampaikan komitmen DKI untuk mempertahankan rasio testing tetap tinggi. Kami di pekan ini ada 68.000 lebih testing seminggu sekali, angka ini lebih tinggi dari angka WHO,” ungkapnya dalam dialog Protokol Kesehatan Bulan Ramadan secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Padahal, kata Widyastuti, kapasitas Laboratorium di Jakarta lebih dari 100.000 testing. “Tetapi angka itu tadi, turun. Meskipun masih ada di standarnya WHO, tetapi untuk standar DKI sendiri kita biasa lebih di 90.000. Kapasitas Lab kita mampu 100.000 lebih. Tetapi pemanfaatannya masih 68.000,” katanya.

Widyastuti pun menjelaskan bahwa penurunan ini juga diakibatkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mengizinkan testing lewat rapid antigen. “Kenapa? Karena ada kemudahan dengan adanya kebijakan pusat dengan melalui rapid antigen.”

“Jadi kalau saya sampaikan ada dua metode testingnya yakni melalui PCR, dimana persentase kasusnya sepekan 9,6%. Sedangkan melalui rapid antigen sekitar 3.000, dan 2% persentasenya. Meskipun rapid antigen ini tentu harus diulang dengan PCR,” kata Widyastuti.

Widyastuti mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan hasil tes negatif dari pemeriksaan antigen.

“Pesannya yang sangat penting adalah mungkin kami khawatir warga kita begitu di tes dengan rapid antigen negatif, terus merasa tenang. Nah ini yang membuat kita sedikit khawatir. Itu yang selalu kita pesankan, sangan terlena dengan pemeriksaan antigen. Jangan terlena begitu negatif dengan antigen kemudian merasa sehat,” tegasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini