Kadinkes Sebut Testing Covid-19 di DKI Jakarta Turun tapi Masih di Atas Standar WHO

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 16 April 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 338 2395893 kadinkes-sebut-testing-covid-19-di-dki-jakarta-turun-tapi-masih-di-atas-standar-who-SaZp3q7gKJ.jpg Kadinkes DKI Jakarta Widyastuti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan rasio testing Covid-19 di Jakarta saat ini mengalami penurunan. Dalam sepekan, biasanya DKI melakukan testing mencapai lebih dari 90 ribu, namun saat ini hanya 68 ribu testing.

Namun demikian, Widyastuti mengatakan bahwa angka testing di Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan dengan standar World Health Organization (WHO).

“Yang pertama kami sampaikan komitmen DKI untuk mempertahankan rasio testing tetap tinggi. Kami di pekan ini ada 68 ribu lebih testing seminggu sekali, angka ini lebih tinggi dari angka WHO,” ujarnya dalam dialog 'Protokol Kesehatan Bulan Ramadhan' secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Padahal, kata Widyastuti, kapasitas Laboratorium di Jakarta lebih dari 100 ribu testing per hari.

“Tetapi angka itu tadi, turun. Meski pun masih ada di standarnya WHO, tetapi untuk standar DKI sendiri kita biasa lebih di 90 ribu. Kapasitas Lab kita mampu 100 ribu lebih. Tetapi pemanfaatannya masih 68 ribu,” katanya.

Baca juga: Masyarakat Tak Perlu Khawatir saat Testing Covid-19

Widyastuti pun menjelaskan bahwa penurunan ini juga diakibatkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mengizinkan testing lewat rapid antigen.

“Kenapa? Karena ada kemudahan dengan adanya kebijakan pusat dengan melalui rapid antigen,” ucap dia.

Baca juga: Dinkes DKI Investigasi Viral Crazy Rich Helena Lim Divaksinasi di Puskesmas

“Jadi kalau saya sampaikan ada dua metode testingnya yakni melalui PCR, di mana persentase kasusnya sepekan 9,6%. Sedangkan melalui rapid antigen sekitar 3 ribu, dan 2% persentasenya. Meskipun rapid antigen ini tentu harus diulang dengan PCR,” kata Widyastuti.

Widyastuti mengingatkan agar masyarakat tidak terlena dengan hasil tes negatif dari pemeriksaan antigen.

“Pesannya yang sangat penting adalah mungkin kami khawatir warga kita begitu di tes dengan rapid antigen negatif, terus merasa tenang. Nah ini yang membuat kita sedikit khawatir. Itu yang selalu kita pesankan, sangan terlena dengan pemeriksaan antigen. Jangan terlena begitu negatif dengan antigen kemudian merasa sehat,” tegasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini