Keliling Kuningan, Anies Cerita Masa Kecilnya Main di Sungai Citamba

Wisnu Yusep, Okezone · Sabtu 17 April 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 338 2396380 keliling-kuningan-anies-cerita-masa-kecilnya-main-di-sungai-citamba-Sgc3hWvUa4.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungan ke Kuningan, Jawa Barat (Foto: Wisnu Yusep)

KUNINGAN – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata memiliki kenangan tersendiri di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Di mana, orang nomor satu di Ibu Kota itu merupakan kelahiran Kuningan.

Anies ke Kuningan dalam rangka pulang kampung dan menengok kedua orang tuanya yang tinggal di jalan Apidik, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan. Anies sendiri lahir di Kabupaten Kuningan pada 7 Mei 1969.

Baca Juga: PBB Tindaklanjuti Gagasan Anies soal Dukungan Aksi Iklim

Sebelum berkeliling untuk melihat situasi bulan puasa di Kuningan, Anies terlebih dulu melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Kuningan Acep Purnama. Setelah itu, Anies berkeliling untuk menikmati situasi bulan puasa di Kuningan.

"San (tanya Anies ke Ikhsan) yang namanya fast food itu, ya, jajanan seperti yang disuguhkan pedagang kaki lima ini," kata Anies yang menyempatkan diri menikmati makanan yang disajikan para pedagang kaki lima di kawasan Jalan Siliwangi, Sabtu (16/4/2021).

Anies juga sempat menikmati jajanan malam pedagang kaki lima (PKL) bareng Ikhsan Marzuki, yang juga pemilik Rumah Makan Kita di Kuningan. Anies menyebutkan, PKL sebagai fast food alias cepat saji ini merupakan berjuang penuh rasa kasih sayang.

Pasalnya, hasil keuntungan dari konsumen itu bisa dirasakan sebagai penutup kebutuhan hajat keluarga. "Ya, PKL seperti ini pejuang ekonomi kerakyatan juga. Mereka usaha sebagai bentuk dalam menutup kebutuhan keluarganya," cetus Anies.

Baca Juga: Anies : Hari yang Unik, Pagi Panen Bareng Petani, Malam Berbicara dengan Sekjen PBB soal Iklim

Sambil menikmati jajanan khas Mang Gocim, yang terletak di Jalan Siliwangi, Anies juga menceritakan tentang masa kecilnya yang kerap bermain di Sungai Citamba. Kebetulan dagangan Mang Gocim tak jauh dari Sungai Citamba.

Bantaran Sungai Citamba, kenang Anies merupakan tempat bermain dan tempat saat mencuci benang. Pasalnya, sang kakek ketika itu memiliki pabrik sarung dengan menenun secara manual.

"Nah, pengerjaan tenun itu ada benang yang kena warna tertentu dan harus dibilas hingga bersih. Dan di Sungai Citamba kami sering mencuci benang tenun," beber Anies. 

Ketika itu, kata Anies, Sungai Citamba masih banyak menjadi pusat aktivitas warga kota untuk mencuci dan kegiatan lainnya. "Dulu airnya jernih, tuh," kenang Anies.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini