BPBD: Kampung Cicadas Cikarang Selatan Rawan Longsor Susulan

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 19 April 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 338 2397070 bpbd-kampung-cicadas-cikarang-selatan-rawan-longsor-susulan-OG6E2jE1o9.jpg Foto: istimewa

BEKASI โ€“ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyebutkan wilayah Kampung Cicadas yang berada di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan rawan bencana tanah longsor susulan. Hal itu menyusul longsor yang mengakibatkan belasan rumah di RT 6/3 mengakibatkan belasan rumah rusak berat pada Sabtu 17 April 2021.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, warga yang berada di Kampung Cicadas diminta waspada longsor susulan setelah belasan rusak berat terbawa longsor lantaran curah hujan yang tinggi sepekan kemarin.โ€Rawan adanya longsor susulan, petugas sedang melakukan penanganan disana,โ€ katanya, Senin (19/4/2021).

Menurut dia, kondisi pemukiman yang berada di atas Kawasan Industri EJIP diduga menjadi penyebab tanah tersebut amblas. Kejadian ini sudah mulai terlihat dari awal memasuki bulan Ramadhan, Minggu 11 April 2021 lalu, karena tanah sudah retak-ratak. Kemudian akhirnya pada tanah di lokasi amblas pada Sabtu 17 April 2021 dini hari.

Akibatnya, 17 rumah maupun kontrakan mengalami rusak berat dan petugas langsung dikerahkan sejak kejadian itu untuk proses evakuasi dan pemberian bantuan. Beruntungnya, dalam insiden itu, tidak sampai memakan korban jiwa. Namun, kerusakan akibat longsor tersebut memang sangat berat.

Baca juga:ย 2 Rumah di Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi Terbawa Longsor

Belasan rumah yang rusak itu berada persis dibatas antara pemukiman warga dan kawasan EJIP. Kerusakan yang dialami bervariasi, sebanyak dua bangunan rumah dan kontrakan rusak cukup parah, serta bangunan lainnya hanya mengalami keretakan pada bagian dinding dan lantai. Penyebabnya akibat tanah longsor atau ambles.

Baca juga:ย Terendam Banjir 1,2 Meter, Warga Pondok Hijau Bekasi Memilih Bertahan

Sementara warga yang bernama Mista mengatakan, amblasnya tanah sudah mulai terjadi sejak awal masuknya bulan suci Ramadhan usai curah. Pada awalnya tanah longsor tersebut menimbulkan keretakan sepanjang 500 meter di atas rumah-rumah warga. Akan tetapi kerusakan semakin parah setelah amblasnya tanah sedalam 2 meter hingga 3 meter.

Saat ini, sebanyak 17 Kepala Keluarga yang terdampak amblasnya tanah tersebut sebagian mengungsi ke rumah keluarga mereka, dan telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Warga juga saat ini masih khawatir tanah amblas akan semakin parah, karena

BMKG sendiri memprediksi intensitas curah hujan masih tinggi hingga akhir Mei 2021.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini