Kasus Damkar Depok, Pihak Sandi Duga Satu Sepatu Dikorupsi Rp500 Ribu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 19 April 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 338 2397206 kasus-damkar-depok-pihak-sandi-duga-satu-sepatu-dikorupsi-rp500-ribu-KrEVnkaQM7.jpg Razman Arif Nasution dan Sandi (tengah). (Foto: Arie Dwi/Okezone.com)

JAKARTA - Pegawai honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi Butar Butar resmi menggandeng Razman Arif Nasution sebagai kuasa hukumnya. Kepada Razman, Sandi membeberkan sejumlah dugaan korupsi di tubuh Damkar Kota Depok. 

Dugaan korupsi itu meliputi pengadaan sepatu hingga Pakaian Dinas Lapangan (PDL) petugas Damkar Kota Depok. Sandi melalui Razman mengatakan, bahwa satu sepatu petugas Damkar Kota Depok, diduga dikorupsi berkisar Rp500 ribu. 

"Ternyata satu sepatu itu bisa dikorupsi sekitar setengah harganya dari harga pagu anggarannya. Saya lihat itu (pagu anggarannya) Rp850 ribu dan ternyata dicek harganya (sepatu yang dibeli) sekitar 400 atau 300 ribuan," beber Razman di kantornya, Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021). 

Baca juga: Diperiksa soal Aduan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dicecar 35 Pertanyaan

"Jadi, sehingga satu sepatu bisa diduga dimark-up sebesar Rp500 ribu kali 150 puluh karyawan Damkar pada 2018-2019 sebelum Covid-19," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Sandi menambahkan soal adanya dugaan korupsi terkait pengadaan PDL untuk petugas Damkar Kota Depok. Ia mengaku hanya mendapatkan PDL satu kali sejak 2019 hingga saat ini. Atas dasar itu, ia mencurigai adanya dugaan korupsi pengadaan PDL petugas Damkar Kota Depok.

"Intinya dapat itu terakhir 2018 atau kalau enggak salah 2019 awal aja. Itu katanya pengadaan 2018, tapi diberikannya 2019," beber Sandi.

Baca juga: Setelah Kejari, Sandi Akan Laporkan Kasus Dugaan Korupsi Damkar Depok ke KSP

Sebelumnya, Sandi Butar Butar nekat menggelar aksi protes membongkar dugaan korupsi pengadaan sepatu dan insentif dana Covid-19 yang diduga dilakukan oleh dinas tempatnya bekerja. 

Aksi tersebut dilakukan Sandi dengan membentang poster berisi tulisan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusut dugaan korupsi di tempatnya bekerja. Foto itu kemudian viral di sosial media dan menjadi pemberitaan hangat dari sejumlah media.

Saat ini, kasus tersebut tengah diselidiki oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok. Sejumlah saksi telah diperiksa dalam dua kasus tersebut. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini