Menengok Masjid Tertua di Kota Bogor Berusia 700 Tahun

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 19 April 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 338 2397253 menengok-masid-tertua-di-kota-bogor-berusia-700-tahun-2SdNT20Lnk.jpg Masjid Al Mustofa (Foto: Putra Astyawan)

BOGOR - Bangunan berwarna abu-abu itu masih berdiri kokoh. Ukiran kaligrafi dengan warna hijau muda tampak memperindah bagian pintu masjid tertua yang ada di Kota Bogor.

Masjid Al Mustofa terletak di Kampung Kaum Bantarjati Kaum, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Rumah ibadah itu menyimpan banyak sejarah di kota hujan.

Masjid ini berada di pemukiman padat penduduk di dekat Bogor. Aksesnya cukup mudah dijangkau, namun bagi pengunjung yang baru pertama kali datang disarankan untuk dipandu dengan aplikasi penunjuk arah digital agar lebih mudah mengaksesnya.

MNC Portal Indonesia pun berkesempatan kembali mengunjungi masjid yang memiliki panjang 35 meter, lebar 15 meter dan tinggi dinding 5 meter tersebut. Tampak, sudah ada beberapa peremajaan pada bagian luar dan dalam masjid namun tidak mengubah bentuk aslinya.

Rumah ibadah ini dibangun oleh dua orang penyebar Islam asal Banten, Tubagus H Mustofa Bakri dan Raden Dita Manggala. Keduanya berasal dari Cirebon.

Masjid ini dibangun saat bulan Ramadhan pada 8 Februari 1307 Masehi atau 2 Ramadhan 728 Hijriah.

Adapun dua peninggalan bersejarah di Masjid Al Mustofa berupa Alquran dan khotbah Salat Jumat yang ditulis tangan oleh Tubagus Mustofa Bakri di lembaran kulit.

Baca juga: Masjid Raya Ikur Koto Dibangun Swadaya Sarat dengan Nilai Kebersamaan

Tulisan tangan itu masih terawat dan masih bisa dibaca dengan jelas walaupun telah berusia lebih dari 700 tahun.

"Alquran itu ditulis tangan oleh pendiri masjid. Kemarin ada tamu, dibuka dan dibaca masih terbaca jelas," kata Ketua DKM Masjid Al Mustofa Ahmad Kusnadi ditemui di lokasi, Senin (19/4/2021).

Masjid Al Mustofa memiliki keistimewaan mata air yang tak pernah kering walaupun saat musim kemarau.

Mata air yang bersumber tidak jauh dari masjid itu disalurkan ke dalam pipa dan ditampung dalam kolam masjid.

Baca juga: Masjid Krenceng Blitar. Didirikan Laskar Diponegoro Sekaligus Tempat Sembunyi Soeprijadi

Walaupun sudah beberapa kali mengalami renovasi, bangunan masjid ini masih tidak banyak mengalami perubahan dengan arsitektur perpaduan Cirebon dan Banten.

Di dalam masjid ini terdapat tiang-tiang kokoh yang dulunya terbuat dari kayu jati dengan sembilan goresan di bagian depan dekat mimbar. Sembilan goresan itu melambangkan jumlah Walisongo.

"Sekarang diperbagus lagi, tapi tetap tidak merubah (arsitektur) posisinya tetap seperti ini adanya. Bentuk jendela juga tidak dirubah tetap, hanya (dindingnya) ditempel saja dengan granit," ungkap Ahmad.

Ahmad berharap, agar masjid ini tetap dilestarikan oleh pemerintah setempat maupun generasi milenial ke depannya. Selain sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kota Bogor, masjid ini juga saksi bisu perjalanan penyebaran agama Islam di Kota Hujan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini