Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei, Anies Ingin Tekan Kasus Aktif Covid-19 Selama Ramadhan

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 20 April 2021 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 338 2397531 perpanjang-ppkm-mikro-hingga-3-mei-anies-ingin-tekan-kasus-aktif-covid-19-selama-ramadhan-O2w97oUO6m.jpg Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 3 Mei 2021. Adapun tujuannya untuk menekan laju kasus aktif Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 478 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 22 Tahun 2021. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mengimbau warga agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Kemenangan melawan pandemi ini sudah di depan mata. Namun, saya ingatkan, kita belum menang sekarang, jadi mari ambil tanggung jawab untuk bersama mewujudkan kemenangan tersebut dengan disiplin 3M," ajak Anies dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: PPKM Mikro di Jakarta Kembali Diperpanjang, Warganet Tanya Kapan Masuk Sekolah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengimbau kembali akan pentingnya protokol kesehatan. Terlebih, selama Ramadan ini Pemprov DKI mengizinkan peribadatan di rumah ibadah, meskipun masih dibatasi 50 persen.

"Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Karena, pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka sudah bergerak naik," ucap Widyastuti.

Widyastuti mengatakan meskipun terjadi lonjakkan, jika melihat ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta masih mencukupi. Sebab, persentasenya menunjukkan penurunan.

Berdasarkan data tanggal 5 April jumlah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44%. Sedangkan, pada tanggal 18 April, jumlah tempat tidur 7.087 dan terisi 2.691 atau terisi 38 %.

“Untuk ketersediaan ICU turun meskipun sedikit, per tanggal 5 April, jumlah ICU kita 1.136 dan terisi 548 yakni 48%. Sedangkan, tanggal 18 April, kapasitas ICU kita 1.056, terisi 500 pasien atau 47% yang artinya ada penurunan sebesar 1% terhadap kapasitas ICU," jelasnya.

Baca Juga: PPKM Diperluas, Epidemiolog Beri Catatan soal Penguatan 3T

Pandemi di Ibukota dapat terkendali karena dibarengi dengan vaksinasi yang terus dikerjakan. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.641.932 orang (54,7%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 849.048 orang (28,3%).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini