Diterpa Badai Pandemi Covid-19, Inflasi DKI Tahun 2020 Lebih Rendah Dibanding 2019

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 20 April 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 338 2397600 diterpa-badai-pandemi-covid-19-inflasi-dki-tahun-2020-lebih-rendah-dibanding-2019-eDUR1dTvDq.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, ada indikator ekonomi DKI Jakarta diakhir tahun 2020 menunjukkan kinerja yang membaik.

"Dengan mulai membaiknya perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 2,36 persen," kata Anies saat menyerahkan LKPJ 2020 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/4/2021).

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak pertengahan Maret menyebabkan permintaan agregat domestik terkontraksi.

Baca Juga: Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei, Anies Ingin Tekan Kasus Aktif Covid-19 Selama Ramadhan

Dari sisi pengeluaran, kontraksi perekonomian terjadi pada seluruh komponen, kecuali Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) yang tumbuh sebesar 1,60 persen.

Baca Juga: Anies Baswedan Sebut Ada 130 Rumah Terdampak Kebakaran Taman Sari

Konsumsi rumah tangga yang merupakan motor pertumbuhan dari sisi pengeluaran mengalami kontraksi akibat menurunnya daya beli masyarakat. Demikian juga untuk komponen lain, seperti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Ekspor dan Impor.

Pandemi Covid-19 juga mengubah pola inflasi tahun 2020 di DKI Jakarta.

“Pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengatasi penyebaran virus sangat berpengaruh terhadap permintaan atau daya beli masyarakat. Aktivitas ekonomi yang turun dapat dilihat dari angka inflasi yang cukup rendah, di mana inflasi di DKI Jakarta selama Januari – Desember tahun 2020 sebesar 1,59 persen, lebih rendah dibandingkan laju inflasi periode yang sama pada tahun 2019 yaitu 3,23 persen,” tutup Anies.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini