Anies Baswedan Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Paling Rendah se-Indonesia

Komaruddin Bagja, Sindonews · Selasa 20 April 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 338 2397623 anies-baswedan-sebut-jumlah-penduduk-miskin-di-jakarta-paling-rendah-se-indonesia-4adFz4AgM1.jpg Penduduk miskin di Jakarta.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan indikator sosial dilihat dari jumlah penduduk miskin di Provinsi DKI Jakarta pada September 2020 tercatat sebesar 496,84 ribu orang atau 4,69 persen.

Jumlah ini, meningkat jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada periode September 2019 sebesar 362,30 ribu orang atau sebesar 3,42 persen.

Terjadinya pandemi Covid-19 menjadi faktor penyebab kenaikan jumlah penduduk miskin di Ibu Kota.

Baca Juga: Diterpa Badai Pandemi Covid-19, Inflasi DKI Tahun 2020 Lebih Rendah Dibanding 2019

"Namun demikian, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta tersebut merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, serta jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan persentase jumlah penduduk miskin nasional sebesar 27,55 juta orang atau 10,19 persen," tegas Anies saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/4/2021) lalu.

Baca Juga: Perpanjang PPKM, Anies Ingin Kendalikan Pandemi Covid-19 di Tengah Vaksinasi

Selanjutnya, Anies juga menjelaskan hasil-hasil pembangunan yang berkaitan dengan Program Pembangunan Daerah sesuai misi jangka menengah di dalam RPJMD Tahun 2017-2022, di mana Gubernur Anies menguraikan hasilnya per misi.

Dalam Program Pembangunan Daerah pada Misi Pertama, yaitu Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya, dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan, menggerakkan dan memanusiakan, Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan Biaya Operasional Pendidikan PAUD Negeri, menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Luar Biasa Negeri (BOP-SLBN) Jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB untuk program wajib belajar 9 tahun; melakukan penatalaksanaan Jaminan Kesehatan Daerah bagi 4.500.000 orang Peserta Penerima Bantuan Iuran; memberikan insentif bagi Tenaga Kesehatan yang menangani COVID-19 dan penatalaksanaan investigasi penyakit berpotensial Kejadian Luar Biasa (KLB); dan masih banyak lagi.

“Sementara itu, untuk Program Pembangunan Daerah pada Misi Kedua, yaitu Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang, Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan Program Pembinaan Kewirausahaan dan Pengembangan UKM, Program Pembinaan dan Penyelenggaraan Angkutan Umum, Program Pengendalian Banjir dan Abrasi, Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Bersih dan Pengelolaan Air Limbah, Program Pengelolaan Persampahan, Program Pembangunan/Peningkatan Jalan dan Jembatan, serta Program Penyediaan dan Pemeliharaan Perumahan Rakyat,” jelasnya.

Selain itu, terdapat juga Program Pembangunan Daerah pada Misi Ketiga, yaitu Jakarta tempat wahana aparatur negara yang berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis dan berintegritas, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan program Penataan Administrasi Kependudukan berupa layanan Admindukcapuk secara mobil di 347 lokasi dan alih media perekaman 1 juta register akta berbasis Teknologi Informasi; Program Pengelolaan, Pembinaan dan Pengembangan ASN; serta Program Pembinaan Pengelolaan dan Penatausahaan Aset Daerah berupa Sertifikasi Aset Tanah Milik Pemprov DKI Jakarta dan Digitalisasu Aset Daerah.

Selain itu, telah dilaksanakan pula Program Pembangunan Daerah pada Misi Keempat, yaitu Jakarta sebagai kota yang lestari, dengan pembangunan dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial, serta Program Prioritas pada Misi Kelima, yaitu Jakarta Ibu Kota yang dinamis sebagai simpul kemajuan Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan, dan kebhinekaan.

Pada bagian akhir, Gubernur Anies juga menyampaikan apresiasi atas beberapa penghargaan yang diraih Pemprov DKI Jakarta berkat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD Provinsi DKI Jakarta, serta para pelaku pembangunan.

Beberapa penghargaan tersebut, antara lain Sustainable Transport Award 2021 oleh Institute for Transportation Development Policy (ITDP), Harmony Award 2020 oleh Kementerian Agama RI, TOP Digital Awards 2020 untuk kategori Top Digital Implementation 2020 on Province Government Level Stars 5 untuk Super App JAKI, Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Terbaik Tahun 2020 untuk kategori IPK Terbaik pada Indikator Utama Kesempatan Kerja dan IPK Terbaik pada Indikator Utama Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Innovative Government Award (IGA) 2020 dari Kementerian Dalam Negeri untuk Kategori Provinsi Terinovatif 2020 yang menilai keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan cara- cara inovatif yang penilaiannya dilakukan berdasarkan Indeks Inovasi Daerah tahun 2020, Kota Peduli HAM 2020 oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, Bhumandala Award, Pemerintah Daerah Berkualifikasi Informatif dari Komisi Informasi Pusat, Indonesia Government Procurement Award 2020 dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI, TOP BUMD Awards 2020 untuk kategori Top Pembina BUMD dari Majalah Top Business, Juara umum ke-2 lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVIII tahun 2020, dan Kompetisi Nasional Program Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2020 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Pada bagian akhir, saya ingin mengingatkan kepada kita bersama bahwa tahun 2020 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018 tentang RPJMD 2017-2022. Kolaborasi yang baik antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD Provinsi DKI Jakarta, masyarakat, para tokoh masyarakat, dunia usaha, serta para pelaku pembangunan lainnya merupakan hal yang sangat berarti dalam rangka mewujudkan Jakarta Kota Maju dan Bahagia Warganya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini