Massa Buruh Bergerak Menuju Mahkamah Konstitusi

Antara, · Rabu 21 April 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 338 2398296 massa-buruh-bergerak-menuju-mahkamah-konstitusi-JFpRoyQ7cr.jpg Massa buruh bergerak menuju Mahkamah Konstitusi (Foto: Antara)

JAKARTA - Sekitar 50 hingga 60 buruh gabungan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sejak pukul 11.15 WIB mulai bergerak menuju Gedung Mahkamah Konstitusi untuk melanjutkan aksi mereka menolak Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (CK).

Unjuk rasa ini dilaksanakan bertepatan dengan sidang pertama uji formil UU Cipta Kerja yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Baca Juga: Pemerintah Bentuk Satgas THR, Buruh Minta Dilibatkan agar Ada Keseimbangan

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan unjuk rasa yang bertepatan dengan Hari Kartini ini akan diikuti oleh 10 ribu buruh dari 1.000 pabrik di 24 provinsi dan 150 kabupaten/kota mulai pukul 09.00-12.00 WIB.

Aksi unjuk rasa juga akan digelar di depan kantor gubernur, bupati, dan wali kota setempat, hingga pabrik-pabrik buruh. Selebihnya, unjuk rasa juga dilakukan secara virtual.

Berdasarkan pantauan, aksi unjuk rasa di tengah bulan suci Ramadhan ini hanya diikuti oleh sekitar 60 buruh mengingat pemerintah masih memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 guna menghindari terjadinya kerumunan.

Puluhan buruh sudah berkumpul sejak 10.00 WIB di pintu Monas, Gambir yang berseberangan dengan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Sebelum bergerak menuju Mahkamah Konstitusi, para pimpinan dari KSPI dan FSPMI mengutarakan gugatan mereka terhadap UU Cipta Kerja yang dinilai cacat hukum dalam pembentukannya.

Baca Juga: Pagi Ini, 10 Ribu Buruh Demo Serentak Tuntut Hakim MK Batalkan UU Cipta Kerja 

Selain itu, buruh juga menggelar aksi teatrikal bertema Virus Omnibuslaw yang dilambangkan dengan peti keranda berwarna putih. Buruh juga memakai baju APD hasmat layaknya tenaga kesehatan yang tengah mengubur peti Virus Omnibuslaw tersebut.

Dalam tuntutannya, para buruh menginginkan agar hakim dapat mencabut atau membatalkan UU Cipta Kerja. "Uji materil sudah masuk ke tahap tiga. Uji formil baru mau masuk sidang pertama. Perjuangan kita masih panjang," kata Sekjen KSPI Ramidi Abdul Majid.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini