Putri Sulung Jhon Kei Bersaksi Perihal Utang Nus Kei Rp 1 Milliar

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 21 April 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 338 2398437 putri-sulung-jhon-kei-bersaksi-perihal-utang-nus-kei-rp-1-milliar-duHrn5xsHY.jpg Puteri Jhon Kei, Erviliana Refra (foto: MNC Portal/Refi)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan putri sulung John Refra alias Jhon Kei sebagai saksi, atas perkara kasus penganiayaan berujung pembunuhan. Adapun sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (21/4/2021).

Putri sulung John Kei, Erviliana Refra dihadirkan tim kuasa hukum sebagai saksi. Erviliana mengaku sempat diceritakan oleh Jhon perihal perkara antara Jhon dan Nus.

Baca juga:  Sidang John Kei, Kuasa Hukum Sebut Jaksa Salah Hadirkan Saksi ke Persidangan

"Papa saya (John Refra) memberi bantuan pinjaman uang kepada Oppa Nus senilai Rp1 miliar," ujar Erviliana di hadapan Majelis Hakim.

Erviliana mengutarakan, bahwa uang tersebut digunakan Nus Kei untuk perkara tanah di Ambon. Ia juga menjelaskan bahwa Nus sempat mengunjungi Jhon sewaktu di Rutan Salemba untuk meminjam uang tersebut.

Diketahui John Kei menagih utang tersebut setelah bebas dari Nusakambangan. Namun, Nus Kei tidak merespons dengan baik.

"Jadi, setelah papa keluar Nusakambangan sempat menghubungi Oppa Nus. Bahkan, papa sempat berpikir untuk diselesaikan secara kekeluargaan perihal utang tersebut," ungkapnya.

Baca juga:  Kesaksian Memilukan Detik-Detik Anak Buah John Kei Bantai Korbannya

Erviliana mengatakan hingga akhirnya papa mengutus pengacara Daniel Far-Far. Adapun tujuannya untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Diketahui persidangan kali ini sendiri sudah mencapai tahap pemeriksaan saksi atau meminta keterangan saksi baik dari Jaksa Penuntut Umum dan pihak kuasa hukum.

Dalam kasus ini, terdakwa John Kei didakwa pasal berlapis atas kasus pembunuhan dan penganiayaan.

Dakwaan pertama, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ketiga, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terakhir pasal 2 ayat 1 UU darurat RI tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini