Putri Sulung Jhon Kei Bantah Adanya Rapat Bahas Rencana Pembunuhan Nus Kei

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 21 April 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 338 2398453 putri-sulung-jhon-kei-bantah-adanya-rapat-bahas-rencana-pembunuhan-nus-kei-yGS1gddyg8.jpg Puteri Jhon Kei, Erviliana Refra (foto: MNC Portal/Refi)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan putri sulung John Refra alias Jhon Kei sebagai saksi, atas perkara kasus penganiayaan berujung pembunuhan. Adapun sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (21/4/2021).

Putri sulung John Kei, Erviliana Refra bantah adanya rapat bahas rencana pembunuhan Nus Kei pada 20 Juni 2020. Dugaan tersebut tidak dibenarkan.

"Tidak itu bukan rapat, papa dituakan oleh karena itu papa meberikan nasihat untuk adik-adik. Jadi kalau dibilang rapat bahas rencana bunuh Nus tidak sama sekali," ujar Erviliana didalam persidangan.

Baca juga:  Nus Kei Hadiri Sidang John Kei di PN Jakarta Barat

Erviliana mengatakan sempat keluar rumah pada 20 Juni 2020 sore. Namun, pada pukul 20.00 WIB kembali kerumah masih banyak anak buah Jhon sedang berkumpul.

"Jam 8 malam saya baru kembali ke rumah. Tapi, jam 6 saya sedang berada di sekitar kompleks Titian. Ya betul ada kumpul-kumpul, mereka sedang sharing," jelasnya.

Baca juga:  Putri Sulung Jhon Kei Bersaksi Perihal Utang Nus Kei Rp 1 Milliar

Erviliana mengaku tidak mendengar pembicaraan ke arah sana. Tidak ada rencana pembunuhan yang dibahas saat itu.

"Nggak dengar (rencana pembunuhan). Yang saya lihat papa memberikan nasihat ke adik-adik untuk hidup lebih baik, tidak ada keributan, tidak ada pakai narkoba," tandanya.

Diketahui persidangan kali ini sendiri sudah mencapai tahap pemeriksaan saksi atau meminta keterangan saksi baik dari Jaksa Penuntut Umum dan pihak kuasa hukum.

Dalam kasus ini, terdakwa John Kei didakwa pasal berlapis atas kasus pembunuhan dan penganiayaan.

Dakwaan pertama, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ketiga, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terakhir pasal 2 ayat 1 UU darurat RI tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini