Hari Kartini, Bupati Bogor Libatkan Ibu Rumah Tangga Jaga Lingkungan

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 21 April 2021 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 338 2398552 hari-kartini-bupati-bogor-libatkan-ibu-rumah-tangga-jaga-lingkungan-6NVmNIle6C.jpg Bupati Bogor Ade Yasin (Foto: Istimewa)

BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor tengah fokus penataan kawasan hulu dengan membangun lima waduk dan berkolaborasi dengan daerah tetangga. Hal itu sebagai upaya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, konservasi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di Kabupaten Bogor menjadi program prioritas sebagai upaya penanganan dan pencegahan bencana alam yang berdampak hingga daerah sekitar seperti, DKI Jakarta, Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.

"Salah satu upaya konservasi lingkungan yang kita lakukan salah satunya melakukan penanaman puluhan ribu veritifer secara masal di daerah zona merah bencana alam, sehingga alam lebih kuat karena ditanam pohon dengan akar yang kuat," kata Ade Yasin saat melakukan diskusi virtual dengan para pemimpin perempuan Indonesia di Hari Kartini, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, upaya menjaga dan melestarikan lingkungan Kabupaten Bogor juga dilakukan melalui rencana pembangunan lima waduk di beberapa wilayah yakni Waduk Sukamahi di Megamendung, Waduk Ciawi, Waduk Narogong, Cibeet, dan Cijurey, yang bekerjasama dengan pemerintah pusat.

"Meskipun harus mengorbankan beberapa lahan sawah seperti pembangunan Waduk Cibeet dan Cijurey, tapi untuk kepentingan bersama kita harus bisa korbankan persawahan yang cukup bagus. Ini sebagai wujud keseriusan kami dalam menangani persoalan bencana di zona rawan banjir. Kami juga sudah lakukan kerjasama dan komunikasi dengan kota-kota mitra seperti Bekasi, Jakarta dan Depok untuk mencegah terjadinya bencana alam," jelasnya.

Ade Yasin menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki 9 aliran sungai yang salah satunya mengalir langsung ke Jakarta seperti Cisadane dan Ciliwung. Terdapat 7 lintasan sungai yang sering menyebabkan bencana banjir, Cileungsi, Cikeas, Cidurian, Ciaruten, Cisadane, Cibeet dan Ciliwung yang mengalir ke Jakarta.

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Ade Yasin: Jangan Sampai Pulang Bawa Virus ke Keluarga

"Kita, Pemkab Bogor dengan Bekasi sudah lakukan kerjasama yang dituangkan dalam MoU penanggulangan pengendalian pencemaran dan pengendalian sampah di aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas. Penanganan banjir ini harus hulu, tengah dan hilir, terintegrasi dan kolaborasi dengan beberapa daerah seperti Kota Bogor, DKI Jakarta dan Bekasi," ungkapnya.

Ia mengatakan, Pemkab Bogor tengah fokus mengembangkan wisata alam berbasis koservasi di desa-desa yang dikelola oleh Bumdes. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan berkelanjutan, agar semua merasa berkepentingan menjaga lingkungan.

Baca juga: Bupati Bogor Minta Warganya Matikan Lampu Malam Minggu Besok, Ada Apa?

Berkenaan dengan peringatan Hari Kartini, Ade Yasin mengaku bahwa Pemkab Bogor melibatkan banyak ibu rumah tangga dalam program Kabupatenku green and clean yaitu Instruksi Bupati agar setiap desa diharuskan ada satu kampung ramah lingkungan, yang memilah dan mengelola sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga.

"Ini sangat melibatkan peran perempuan yaitu, para ibu rumah tangga bagaimana memilah, mendaur ulang, dan menjadikan sampah rumah tangga lebih bernilai. Ini penting sebab sampah ini juga salah satu faktor penyebab banjir," tukasnya,

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini