Taruhan Tanding Futsal Berakhir dengan Pembunuhan

Dimas Choirul, MNC Media · Kamis 22 April 2021 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 338 2399260 taruhan-tanding-futsal-berakhir-dengan-pembunuhan-2zi05OBJPC.jpg Kapolres Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo saat jumpa pers kasus pembunuhan (foto: MNC Portal/Dimas)

JAKARTA - Kasus pembunuhan yang terjadi di salah satu pendopo Desa Merak, Sukamulya, Tangerang, Banten pada Rabu 21 April 2021 malam, ternyata berawal dari sebuah taruhan pertandingan futsal. Salah satu tim tak mau membayar saat dinyatakan kalah.

"Tidak sampai 1x 24 jam tim gabungan kami berhasil menangkap pelaku utama saudara IA alias A ditangkap di Sukamulya Balaraja, Kabupaten Tangerang," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo saat konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Baca juga:  Mamah Muda Hendak Bunuh Bayinya Pakai Pecahan Kaca

Lebih jauh, Ady menjelaskan kejadian berawal dari sebuah permainan futsal yang sudah disepakati oleh dua kelompok yang juga tinggal bersama-sama di Kalideres yaitu Kampung Kojan dan Kampung bulak teko.

Dalam kesepakatan futsal ini, kata Ady, bagi yang kalah harus membayar sewa lapangan sejumlah Rp360 ribu. Selain itu, juga memberlakukan syarat lain, yakni tidak boleh menggaet pemain dari luar kampung.

 Baca juga: Astaga! Seorang Ibu Tega Menggorok Anak Kandungnya yang Sedang Tidur

"Singkat cerita pertandingan berlangsung, kelompok Kojan yang kalah. Salah satu pihak kalah tidak terima karena ternyata salah satu orang dari kel Kampung Kojan berasal dari luar wilayah atau berasal dari luar daerah, sehingga pihak yang kalah tidak mau bayar sewa lapangan," papar Ady.

Keributan pun berlanjut diluar lapangan, kedua kelompok cekcok di Wilayah Bulak Teko, Kalideres. Kemudian dari kelompok Bulak Teko menghubungi abang-abangnya di dimana salah satunya tersangka atas nama IA yang kebetulan saat itu dalam kondisi mabuk.

"Ini kejadian pada pukul 01.30 dinihari. Pada saat manggil abang-abangnya tersangka IA atau A mabuk dan bawa celurit," katanya.

Ady mengatakan, A langsung melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap korban berinisial MRR dan PR. MRR diketahui tewas, sementara PR mengalami luka-luka dibagian tangannya.

"Kepada MRR kita dapatkan satu lubang tusukan tapi dalam sehingga kenai bagian vital dalam tubuh korban, Korban putra satu sabetan di bagian tangan," papar Ady.

Atas insiden ini pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan 351 Ayat 3, dengan ancama pidana penjara paling lama 15 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini