Tak Pakai Masker saat Ngabuburit, Belasan Pemuda Terjaring Razia

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 25 April 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 338 2400513 tak-pakai-masker-saat-ngabuburit-belasan-pemuda-terjaring-razia-5mGoYkXt9F.jpg Pemuda terkena razia masker (foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Tim Pemburu Pelanggar PPKM menjaring belasan pemuda di Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor. Mereka terjaring razia karena melanggar protokol kesehatan dengan tidak memakai masker.

Pantauan MNC Portal Indonesia, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP itu merazia para pengendara yang melintas di jalan tersebut dengan sasaran pelanggar protokol kesehatan. Beberapa pengendara yang kedapatan tidak memakai masker langsng dibrhentikan petugas dan dibawa ke truk.

Baca juga:  82 Orang Terjaring Razia karena Tak Gunakan Masker, Termasuk Anak Bupati Sikka

Mereka yang melanggar, mayoritas adalah para pemuda yang hendak ngabuburit. Setelah dilakukan pendataan, para pelanggar dikenakan sanksi sosial berupa membacakan teks Pancasila atau push up sambil memakai papan bertuliskan pelanggar PPKM.

"Sasaran perorangan yang tidak pakai masker, kerumunan ya dan penjual takjil. Hasilnya 15 orang (pelanggar), ada yang keperluan yang ngabuburit juga ada," kata Kabid Trantib Linmas Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar, di lokasi, Minggu (25/4/2021).

Baca juga:  Lawan Petugas saat Razia Masker, Pria yang Tak Percaya Covid-19 Dipolisikan

Andry menambahkan, bahwa sore ini Tim Pemburu Pelanggar PPKM belum menerapkan sanksi administratif atau denda. Para pelanggar hanya diberikan sanksi sosial untuk menimbulkan efek jera.

"Hukumannya dari semua pelanggar hanya sosial, denda tidak ada. Sosial semua," tambahnya.

Razia oleh Tim Pemburu Pelanggar PPKM ini akan terus dilakukan secara mobile terutama di titik-titik rawan kerumunan menjelang waktu berbuka puasa. Terdapat beberapa lokasi yang rawan pelanggaran protokol kesehatan seperti di kawasan Pandu Raya, Air Mancur, Jembatan Merah hingga Yasmin.

"Kami imbau masyarakat jaga jarak, kalau kerumunan terlalu ramai kita akan atur. Termasuk penjualnya, kalau tidak bisa diatur kita bubarkan," tutup Andry.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini