Tren Kasus Covid-19 di Bogor Melonjak, Bima Arya: Kita Tidak Boleh Main-Main

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 26 April 2021 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 338 2401055 tren-kasus-covid-19-di-bogor-melonjak-bima-arya-kita-tidak-boleh-main-main-5CxitGYCa7.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Putra R)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut angka tren kasus Covid-19 di wilayahnya cenderung mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir sebesar 20 persen. Kenaikan ini pun harus segera disikapi sangat serius oleh semua pihak.

"Menyikapi tren Covid di Kota Bogor yang cenderung naik, jadi satu satu minggu terakhir cenderung naik. Ini kita tidak boleh main-main harus sikapi dengan serius jangan sampai terjadi ledakan gelombang kedua," kata Bima, usai rapat Satgas Covid-19 Kota Bogor, di Gedung Eks DPRD, Senin (26/4/2021).

Baca Juga:  Sampaikan Belasungkawa, Bima Arya Tawarkan Beasiswa untuk Anak Letkol Irfan Suri

Bima menambahkan, kenaikan tersebut didominasi oleh klaster luar kota dan keluarga. Tak hanya itu, angka penularan anak muda dan lansia juga naik.

"Jadi sekali lagi Covid di Kota Bogor seminggu terakhir angkanya naik. Klaster dari luar kota dan keluarga jadi dominan dan anak-anak muda dan lansia tingkat keterpaparanya naik. Karena itu kita menyepakati untuk lebih memperketat lagi pengawasan mobilitas warga akan dilakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran kerumunan di tempat umum bahkan memberikan sanksi dan denda-denda yang lain. Hotel, restoran, tempat umum," tegasnya.

Baca Juga:  Update Vaksinasi 26 April 2021: 11.844.579 Dosis 1 dan 6.998.304 Dosis 2

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan TNI-Polri dan lainnya terkait antisipasi arus mudik termasuk pengetatan Sholat Ied. Di mana, untuk Sholat Ied hanya diperbolehkan di tingkat wilayah dengan tetap aturan pembatasan kapasitas 50 persen.

"Tadi kami koordinasi teknis detail dan rinci terkait dengan antisipasi arus mudik baik keluar masuk Kota Bogor. Semua sudah dibuat sistemnya dan sanksinya. Kita juga menyepakati meningkatkan pengawasan kapasitas di rumah ibadah maupun Tarawih atau Sholat Ied.

Diperkenankan di wilayah dengan kapasitas 50 persen, tapi tingkat kota ditiadakan. Biasanya di kota ada pelaksanaan Sholat Ied di Kebun Raya Bogor atau Balaikota tahun ini tidak ada. Ini (Sholat Ied) diselenggarakan di tingkat lokal saja," tutup Bima.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini