Tugu Jam Thamrin Jadi Cagar Budaya, Ini Kisah dan Fungsinya

Bima Setiyadi, Koran SI · Selasa 27 April 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 338 2401515 tugu-jam-thamrin-jadi-cagar-budaya-ini-kisah-dan-fungsinya-54npGCGjCw.jpg Tugu Jam Thamrin (Foto: Sindo)

JAKARTA - PT MRT Jakarta berencana merelokasi Tugu Jam Thamrin di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih. Tugu atau Menara Jam Thamrin merupakan salah satu Cagar Budaya, lalu apa fungsinya? Dan bagaimana kisah pembangunannya?

Dilansir dari laman instagram @mrtjkt, Menara Jam Thamrin merupakah salah satu Cagar Budaya yang berada di sepanjang Fase 2A MRT Jakarta di mana Fase 2A MRT Jakarta akan membentang dari Thamrin hingga Kota.

"Menara Jam Thamrin dibangun pada tahun 1969 dengan tinggi menara 12,5 meter dan terdapat jam sumbangan Enicar SA, Swiss," seperti dikutip Selasa (27/4/2021)

Pada Awal Mei 1969, Pemerintah Daerah DKI membangun sebuah tower clock atau menara yang diatasnya dipasangi jam berukuran raksasa di perempatan jalan MH Thamrin-kebon sirih. Bangunan ini memiliki penumpang berukuran 1,7 meterx1,7 meter dengan menara setinggi 12,5 meter. Sebuah jam sumbangan Enicar SA, swiss yang akrab di kenal sebagai tugu jam thamrin.

Baca Juga : Batas Kedalaman KRI Nanggala 500 Meter, Kini Ditemukan di 838 Meter

Pada Sabtu 21 Juni 1969 pagi, tower clock Thamrin diresmikan. Upacara dilakukan dengan menekan tombol yang menandai peresmian penggunaan jam tersebut.

"Menara Jam Thamrin dibangun dengan tujuan agar warga Ibukota dapat menghargai waktu, terutama saat masuk kantor. Dengan melihat jam yang ada di menara tersebut, diharapkan warga dapat mengatur dirinya untuk tepat waktu, disiplin, menata aktifitas kesehariannya," tulisnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini