Share

Ada Keterlibatan Keluarga di Kasus Lolosnya WNA India dari Karantina

Isty Maulidya, Okezone · Kamis 29 April 2021 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 338 2402638 ada-keterlibatan-keluarga-di-kasus-lolosnya-wna-india-dari-karantina-HkVVIWzALg.jpg Ilustrasi Bandara Soetta (Foto : Okezone.com)

TANGERANG - Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan bahwa WNA India yang lolos dari kewajiban karantina rupanya dibantu juga oleh keluarga mereka yang lebih dulu tinggal di Indonesia. Mereka juga dibantu oleh joki yang memiliki pas bandara berinisial AS.

"Kami dalami bagaimana mereka bisa lolos karantina, beberapa ada yang dibantu oknum yang memiliki pas bandara, ada juga yang dibantu oleh keluarganya," ujar Adi pada Rabu 28 April 2021.

Tersangka AS ini juga mendapatkan keuntungan sebesar Rp 12 juta dari 3 orang penumpang asal India yang berhasil lolos karantina. AS juga dibantu oleh 4 orang WNI lainnya yang masing-masing bertugas menjemput WNA India di area parkir, dan juga mengenalkan AS dengan WNA India yang dia loloskan.

"Kalau memiliki pas bandara itu ada tempat-tempat yg dapat dia masukin berdasarkan kode yg ada di pas bandara tersebut dia masuk ke sana mengurus sampai dengan mengurus barang dan lainnya," jelas Adi.

Adi juga menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak yang mengeluarkan kartu pas bandara tersebut. Sementara dapat diketahui bahwa pas bandara yang dimiliki AS adalah asli dan bukan dipalsukan.

"Punya pas bandara mereka makanya kita masih kordinasikan dengan yang mengatasnamakan yang ada tertera di pas bandaranya," lanjut Adi.

Baca Juga : Begini Cara Mafia Karantina Loloskan WNA India dari Pengamanan Bandara Soetta

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes pol Yusri Yunus menjelaskan bahwa para WNA India tersebut sudah melewati tahap pemeriksaan keimigrasian dan juga kesehatan dengan benar. Namun, saat keluar dari area kedatangan terminal 3 mereka tidak naik bis yang mengantar ke hotel karantina. Ada tersangka lain yang sudah menunggu di mobil jemputan yang akan membawa mereka langsung ke rumah atau ke apartemen.

"Ini yang akan kita perbaiki lagi, dimana tersangka memanfaatkan celah dari pintu keluar kedatangan menuju bis yang membawa mereka ke hotel karantina," jelas Yusri.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini