Wujudkan Wajah Baru Kota Tua, Gubernur Anies Minta Doa dan Dukungan

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 29 April 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 338 2402657 wujudkan-wajah-baru-kota-tua-gubernur-anies-minta-doa-dan-dukungan-WLfPKMpeyW.jpg Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta doa, dan dukungan kepada masyarakat untuk mewujudkan wajah baru kota tua. Kota tua akan menjadi peluang ekonomi dan memberi kesempatan kepada generasi mendatang.

Hal itu dituliskan Anies dalam akun instagramnya @aniesbaswedan, Kamis (29/4/2021). Menurutnya, Kota Tua sebagai warisan masa lalu bukan hanya dimanfaatkan sebagai nostalgia semata, tetapi untuk menciptakan peluang ekonomi sekaligus memberi kesempatan bagi generasi mendatang untuk belajar dan mengundang orang untuk berkarya.

"Segera hadir: Wajah Baru Kota Tua!," tulis @aniesbaswedan dikutip Kamis (29/4/2021).

Baca juga:  Anies Pastikan Pengelolaan Kota Tua-Sunda Kelapa Ramah Lingkungan

Kota Jakarta memiliki sejarah yang panjang, berawal dari kawasan seluas 240 hektar, dari Sunda Kelapa, hingga Kota Tua. Dalam hampir 5 abad perjalanannya kawasan ini terus menerus mengalami transformasi, dari pusat pemerintahan/ perdagangan menjadi pusat wisata yang di kenal sekarang.

Kemarin Anies melanjutkan transformasi tersebut, melalui Head of Agreement (HoA) antara Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (JXB), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) di Halaman Museum Fatahillah, Kota Tua.

"Pembentukan Joint Venture (JV) dalam rangka percepatan pengembangan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa, sebagai destinasi wisata yang ramah pejalan kaki di utara Jakarta," ungkapnya

Baca juga:  Jalan di Jakarta Bakal Dinamai Tokoh Turki, Balasan Penamaan Jalan Soekarno di Ankara

Anies menjelaskan upaya transformasi Kota Tua dengan cara yang baru: yakni Kolaboratif, Masif dan Terstruktur. Kolaboratif: melibatkan banyak pihak, pusat, daerah, swasta, UKM, dan pakar. Masif: yang dikelola bukan sejumlah bangunan saja, tetapi sebagai kawasan dari Sunda Kelapa, hingga Kota Tua. Terstruktur: melalui pembentukan JV yang diberi banyak fleksibilitas dan otoritas untuk mengelola.

Transformasi ini adalah kerja maraton. Perlu waktu panjang dan kesinambungan energi luar biasa; sehingga kolaborasi dari para stakeholder mutlak diperlukan.

"Kami mengapresiasi dukungan dari Kementerian BUMN, melalui Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dari dunia usaha, dan para pemilik properti di kawasan ini, untuk terus mengembangkan ekonomi kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa," jelasnya.

Pemprov DKI memfasilitasi dengan berbagai regulasi, anggaran, pemikiran, pelibatan institusi Pemda dan pemanfaatan aset BUMD/Pemda.

"Dan kepada teman-teman semua yang pernah dan akan datang ke Kota Tua, mohon doa dan dukungannya agar ikhtiar bersama ini segera menjadi kenyataan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini