Ratusan Pemudik Diberhentikan di Jalur Pantura Perbatasan Karawang

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Kamis 29 April 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 338 2402980 ratusan-pemudik-diberhentikan-di-jalur-pantura-perbatasan-karawang-jqr6CfwWYF.jpg Pemudik diberhentikan petugas di Karawang (foto: MNC Portal/Abdullah)

BEKASI – Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, memberhentikan sebanyak 200 pemudik di Jalur Pantura Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/4/2021). Para pemudik itu diberhentikan di lokasi posko penyekatan larangan mudik di perbatasan wilayah Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

Ratusan personil gabungan dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas jalur tersebut. Sejumlah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang dicurigai henak mudik diberhentikan. Mereka ditanya kelengkapan surat hasil swab antigen.

Baca juga:  Kapolda Metro Tinjau Kesiapan Penyekatan Larangan Mudik di Tol Cikarang Barat

Jika tidak memilikinya, langsung diarahkan untuk melakukan swab antigen di lokasi yang telah disiapkan.

“Pemeriksanaan dilakukan dalam rangkan menjalankan Adendum Nomor 3 2021 yang dikeluarkan pemerintah terkait larangan mudik,” kata Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Marsudianto di Cikarang, Kamis (29/4/2021).

Baca juga:  Wamenag: Tidak Mudik Upaya Menjaga Jiwa, Sesuai Perintah Agama

Untuk itu, kata dia, petugas gabungan melakukan pengetatan dengan dilakukan pemeriksaan setiap pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik sebelum tanggal larangan mudik. Pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat hasil swab antigen, akan diarahkan dilakukan swab antigen secara gratis yang disediakan oleh petugas.

Bagi pengendara yang hasilnya dinyatakan non reaktif dipersilahkan melanjutkan perjalanannya. Dan diminta tetap mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan jika hasilnya reaktif akan diputar balik dan diminta pulang ke rumah untuk dilakukan perawatan.

”Jangan sampai orang-orang yang OTG akan menyebarkan lagi covid 19 di tempat dia mudik,” ungkapnya.

Melihat masih banyaknya masyarakat melakukan mudik sebelum larangan mudik 6-17 Mei, Marsudianto menghimbau agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan sangat diharapkan masyarakat agar tidak mudik.

”Sebaikannya tinggal di rumah, ora mudik ora opo opo tidak mudik tidak apa-apa, untuk kesehatan dan keselamatan keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan mengatakan pada kegiatan pengetatan larangan mudik ini, ada sebanyak 300 pemudik diberhentikan dan diminta swab antigen.

”Ada 200 tadi menjalani swab antigen, ini terus berjalan kita siapkan tadi 300 alatnya. Nanti ditambah lagi sebagai upaya pencegahan penyebaran corona,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini