Bongkar Industri Tembakau Sintetis Rumahan di Bogor, Polisi Tangkap Kakak-Adik

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 29 April 2021 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 338 2403049 bongkar-industri-tembakau-sintetis-rumahan-di-bogor-polisi-tangkap-kakak-adik-enAYoDMlbn.jpg Polres Bogor bongkar industri tembakau sintetis. (Foto : Okezone/Putra Ramadhani)

BOGOR - Satnarkoba Polresta Bogor Kota membongkar industri rumahan pembuat tembakau sintetis di wilayah Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka, dua di antaranya kakak beradik.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, ketiga tersangka itu berinisial DR, MRD, dan RS. Kasus tersebut bermula dari penangkapan MRD di wilayah Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

"Dilakukan penggeledahan ditemukan satu klip diduga sabu. Dari situ dikembangankan ke kontrakannya di Ciawi," kata Susatyo, Kamis (29/4/2021).

Dalam kontrakan tersebut, petugas mendapati tersangka DR sebagai pemesan barang. Tak hanya itu, terdapat 30 bungkus tembakau sintetis dan berbagai alat produksi di antaranya dua botol ethanol, dua botol glycero, alat pres, hingga alat pemanas.

"Pengakuan MRD barang-barang itu milik kakaknya RS. Jadi antara MRD dan RS ini adik kakak," ucapnya.

Kepada polisi, mereka mengaku baru menjalankan bisnis pembuatan tembakau sintetis selama 6 bulan dengan mengedarkannya melalui media sosial Instagram. Satu bungkus tembakau sintetis buatannya dijual oleh tersangka seharga Rp500 ribu.

"Rata-rata pembeli usia 19 tahun ke atas. Kalau belajarnya (membuat tembakau sintetis) dari teman-temannya atau pergaulannya," tutur Susatyo.

Baca Juga : Tak Pulang 4 Hari, Kakek 84 Tahun Ditemukan Tewas di Sawah

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka melanggar Pasal 115 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo Permenkes RI Nomor 04 Tahun 2021 tentang perubahan penggolongan narkotika.

"Ancaman paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp 1 miliar dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar" tuturnya.

Baca Juga : Larangan Mudik, 7 Titik Check Point Perbatasan Bogor Dijaga 504 Personel

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini