Kota Bogor Mulai Memperketat Jalur Masuk dan Keluar Halau Pemudik

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 29 April 2021 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 338 2403130 kota-bogor-mulai-memperketat-jalur-masuk-dan-keluar-halau-pemudik-6YMp2HXrfW.jpg Salah satu agen PO Bus diserbu pemudik di Kota Bogor (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengeluarkan kebijakan pembatasan pergerakan perjalanan dalam negeri bagi pemudik dan pendatang.

Hal itu sebagaimana adanya Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nasional tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan upaya pengendalian selama bulan Ramadhan.

"Wali Kota Bogor telah menandatangi Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 18 tahun 2021 tentang pelaksanaan kewaspadaan pemudik dan pendatang dalam rangka pengendalian kegiatan masyarakat di Pandemi Corona Virus Disease 2019 di Kota Bogor dan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 440/Kep.335-HukHAM/2021 tentang penetapan periode pelaksanaan kebijakan kewaspadaan terhadap pemudik dan pendatang dalam rangka pengendalian Covid-19 di Kota Bogor, tertanggal 27 April 2021," kata Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta, Kamis (29/4/2021).

Peraturan Wali Kota itu diterbitkan dengan latar belakang untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 selama masa liburan atau perayaan hari Raya Idul Fitri di Kota Bogor.

Sesuai dengan adanya fenomena pemudik dan pendatang serta pengendalian penyebaran Covid-19, Perwali tentang Kewaspadaan Pemudik dan Pendatang ini disosialisasikan dengan nama Perwali KP2, yang substansinya dalam pelaksanaan akan menurunkan personil sekitar 15 ribu personel gabungan.

"Terbagi atas 5 sub satgasus yaitu penghadangan, deteksi, penindakan, administrasi dan pendukung. Dalam pelaksanaan kebijakan KP2 tersebut tim yang diterjunkan bernama Satuan Tugas Khusus," jelasnya.

Berdasarkan penetapan Walikota Bogor tentang periodisasi KP2 akan dibagi menjadi 3 masa pengetatan yaitu masa pra kewaspadaan mulai tanggal 28 April sampai dengan 5 Mei 2021, masa kewaspadaan ditetapkan mulai tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021dan masa pasca kewaspadaan mulai tanggal 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2021.

"Setiap pelaku perjalanan dalam negeri di luar zona aglomerasi harus dapat menunjukkan hasil negatif tes PCR atau rapid antigen paling lama 1x24 jam atau hasil negatif Genose C19 sebelum keberangkatan, sebagai kebijakan kewaspadaan ini Satgasus akan bertindak tegas dilapangan termasuk terhadap siapa saja yang tidak patuh dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, sanksi administratif maksimal berupa denda akan diberlakukan," tutup Alma.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini