Bogor Terapkan Ganjil Genap Akhir Pekan untuk Ingatkan Warga Soal Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 30 April 2021 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 338 2403678 bogor-terapkan-ganjil-genap-akhir-pekan-untuk-ingatkan-warga-soal-covid-19-FElWDyr6qi.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (foto: Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut, pemberlakukan ganjil genap sebagai upaya mengingatkan kembali warga untuk tidak lengah di masa pandemi ini. Pasalnya, di bulan Ramadhan ini terlihat mobilitas warga di Kota Bogor kembali padat.

"Kita melihat harus ada langkah cepat untuk mengingatkan lagi kepada warga Bogor supaya jangan terlena. Ini belum selesai Covidnya. Kita lihat tempat-tempat buka sudah mulai penuh, orang bukber gitu ya. Terus orang jalan-jalan segala macem. Kita ingatkan lagi. Apalagi sekeliling pusat kota kita lihat sudah mulai penuh, mulai padat," kata Bima, di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat (30/4/2021).

Baca juga:  Ganjil-Genap Diberlakukan di Bogor Akhir Pekan Ini

Karena itu, Forkompimda sepakat untuk menerapkan ganjil genap di seputaran Sistem Satu Arah (SSA) mulai pukul 15.30 WIB - pukul 17.30 WIB. Aturan ganjil genap ini sama seperti sebelumnya ada yang dikecualikan dan tidak ada penerapan sanksi.

"Oleh karena itu Satgas Kota Bogor memutuskan untuk menerapkan kembali kebijakan ganjil-genap, tapi dua jam saja di hanya seputar SSA. Dikecualikan untuk orang bekerja, darurat, TNI-Polri, pelayan publik, ojol. Tidak ada sanksi, hanya diputarbalik," jelas Bima.

 Baca juga: Akhir Pekan, Seputaran SSA Bogor Diberlakukan Ganjil Genap

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo mengatakan, dalam ganjil genap ini pihaknya akan menyiapkan 5 check point di seputaran SSA. Yakni di Tugu Kujang, Simpang Empang, Simpang Muslihat Simpang Denpom, Simpang RS Siloam.

"Tentunya dua jam ini kami ambil supaya masyarakat sadar bahwa angka ini mulai meningkat. Di setiap kecamatan ada pusat perbelanjaan, ada pusat-pusat kuliner, jadi nggak harus cross. Jadi nggak harus dari utara ke timur, timur ke utara," ucap Susatyo.

Selain itu, pihaknya akan mengantisipasi terjadinya kepadatan di ruas-ruas jalan yang terkena imbas ganjil genap dengan menyiapkan petugas gabungan.

"Tentunya kita akan mengantisipasi, buangan arus, kemudian juga penyekatan. Apakah nanti panjang ekor kemacetan, tentu kita akan ukur. Kami siapkan setiap titik itu gabungan, dari TNI-Polri dan Dishub, juga Satpol PP untuk selain menyekat juga untuk menjaga dampak dari penyekatan itu," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini