Transit di Bandara Soetta, Pengedar Sabu Jaringan Antar Pulau Ditangkap

Isty Maulidya, Okezone · Jum'at 30 April 2021 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 338 2403711 transit-di-bandara-soetta-pengedar-sabu-jaringan-antar-pulau-ditangkap-KqdMCDjisX.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

TANGERANG - Seorang kurir sabu ditangkap oleh polisi saat sedang transit di Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka sebenarnya ingin menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mengedarkan sabu di sana. Kurir sabu berinisial DS itu ditangkap bersama dengan 500 gram narkotika jenis sabu dari Medan, Sumatera Utara.

Wakapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Yessi Kurniati mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari adanya masyarakat yang melaporkan rencana penyelundupan sabu di area Bandara Soekarno-Hatta. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya ditemukan satu penumpang mencurigakan sedang transit di Bandara Soetta.

"Dari laporan tersebut ditemukan salah satu penumpang yang mencurigakan, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan pada penumpang tersebut ditemukan narkotika jenis sabu," kata Yessi, pada Jumat (30/4/2021).

Baca juga:  Sembunyikan Sabu dalam Sandal, Pria Ini Diciduk di Bandara Soetta

Polisi kemudian menggeledah barang bawaan tersangka, dan sabu tersebut ditemukan dalam plastik bening yang disembunyikan di dalam sol sandal milik tersangka. Adapun jumlah sabu yang dibawa tersangka adalah sebanyak 500 gram.

"Modusnya dengan membawa barang haram yang diselipkan di sol sandal, masing-masing 250 gram. Kita baru amankan 1 orang sebagai kurir, dan masih kita lakukan penyidikan," ungkapnya.

Baca juga:  Polisi Tangkap Bandar Ratusan Ribu Pil Koplo di Blitar, Dikendalikan dari Lapas Madiun

DS mengaku sudah melakukan penyelundupan sabu sebab 2 kali ke wilayah Lombok, NTB. Setiap kali mengantarkan sabu, dia diberi upah sebesar Rp 25juta. Sementara polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap orang yang memerintahkan DS.

"Ini kali ketiga, dua kali sebelumnya selalu lolos tidak diketahui. Ini jaringan pengedar narkoba antar pulau. Setiap berhasil membawa barang ini dijanjikan upah Rp 25juta," ungkap Yessi.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 114 Subsider 112 dengan ancaman 6 tahun penjara atau maksimal seumur hidup.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini