Penyesalan Adam Ibrahim, Rekayasa Hoaks Babi Ngepet demi Ketenaran Berujung Penjara

Iyung Rizki, iNews · Sabtu 01 Mei 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 338 2403897 penyesalan-adam-ibrahim-rekayasa-hoaks-babi-ngepet-demi-ketenaran-berujung-penjara-UJ45JZnMez.jpg Adam Ibrahim, perekayasa isu babi ngepet. (Foto: Iyung Rizki)

JAKARTA - Adam Ibrahim harus mempertanggungjawabkan perbuatannya menyebar hoaks atau berita bohong soal babi ngepet di Kampung Bedahan, Sawangan, Depok. Dia mengaku ingin mendapatkan ketenaran lewat aksi bisa menangkap babi yang diklaim hasil pesugihan.

Pria yang dikenal tokoh agama di kampungnya itu pun lantas meminta maaf telah membuat kegaduhan. Dia mengaku niatnya merekayasa babi ngepet muncul saat banyak warga yang kehilangan harta benda.

"Mohon maaf atas kejadian viral babi ngepet, itu adalah berita hoaks, berita bohong, kami rekayasa sebab laporan-laporan hilang, sehingga timbul hati dan pikiran mengadakan itu agar selesai permasalahan," ujar Adam 30 April 2021.

Baca juga: Komentari Babi Ngepet di Depok, Ridwan Kamil Singgung Merebaknya Hoaks dan Tetangga Julid

Dia mengaku bahwa awalnya mengira dengan melakukan rekayasa tersebut, selain bisa menyelesaikan masalah, juga mendatangkan ketenaran baginya.

"Ide dari saya, inspirasinya awalnya ingin selesai saja, tapi viral, anggaan kita itu bakal jadi ketenaran, ternyata itu enggak ada untungnya sama sekali bagi saya," ujarnya.

Baca juga: Ibu Viral Komen 'Warga Nganggur tapi Uang Banyak' Diusir Warga, Maaf Dianggap Tak Tulus

Dia pun sekali lagi meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan menegaskan bahwa isu tersebut bukanlah pengalihan isu.

"Endingnya (rekayasa) sangat fatal, atas kejadian ini saya mohon maaf terutama kepada warga Kampung Bedahan dan negara, ini bukan pengalihan isu, ini rekayasa pribadi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan bahwa, Adam Ibrahim sengaja merekayasa kasus agar masyarakat percaya. Padahal, babi tersebut sengaja dibelinya lewat daring (online).

Adam yang dianggap ustadz di Kampung Bedahan, Sawangan, Depok, akhirnya jadi terasngka. Pelaku bersama rekan-rekannya sengaja memesan seekor babi lewat online seharga Rp900 ribu plus ongkos kirim Rp200 ribu.

Mereka punya peran-peran masing-masing untuk membuat kehebohan dan meyakinkan masyarakat bahwa babi tersebut adalah jelmaan manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini