Diduga Mau Bikin Rusuh, Polisi Amankan 22 Anggota Anarko di Demo Buruh

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 01 Mei 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 338 2404019 diduga-mau-bikin-rusuh-polisi-amankan-22-anggota-anarko-di-demo-buruh-JYnCd1PYPy.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polisi mengamankan 22 orang anak muda yang diduga berasal dari kelompok Anarko. Ke-22 orang itu mencoba masuk ke barisan serikat buruh yang sedang melakukan aksi dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada hari ini, Sabtu 1 Mei 2021.

"22 orang anak Anarko diamankan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (1/5/2021).

"Iya itu di (depan Gedung) ILO mau bergabung dengan kelompok buruh-buruh itu loh," imbuhnya.

Diamankannya ke 22 orang tersebut, kata Yusri, karena diduga akan membuat kerusuhan. Dan saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Polisi Berseragam APD Diturunkan Saat May Day, Ada Apa?

"Mereka biasa diduga ada indikasi buat kerusuhan. Seperti biasa mereka ada dugaan mau buat kerusuhan makanya kita amankan kita periksa," tegasnya

Sebelumnya, polisi juga telah mengamankan 15 pemuda Papua yang akan melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Mereka melakukan aksi namun dianggap tidak memiliki izin.

"Sekarang dibawa ke kantor Polda Metro Jaya untuk kita datakan kemudian nanti kita akan edukasi seperti apa nanti ketentuanya, seperti apa sih untuk melakukan kegiatan unjuk rasa," ujarnya.

Baca juga: May Day 2021, Mahfud MD Harap Hubungan Buruh, Pengusaha dan Pemerintah Harmonis

Yusri menjelaskan bahwa kegiatan unjuk rasa harus lebih dulu melapor dan mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

"Seperti saya katakan tadi,harus ada pemberitahuan sebelumnya. Setelah itu baru kita pulangkan. Jadi bukan ditangkap tapi diamankan mereka karena mereka mencoba melakukan kegiatan unjuk rasa tetapi tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya tentang penyampaian pendapat di muka umum," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini