Diperketat, Pengawasan Orang Asing di Tangerang Libatkan Polisi

Isty Maulidya, Okezone · Minggu 02 Mei 2021 03:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 338 2404112 diperketat-pengawasan-orang-asing-di-tangerang-libatkan-polisi-iIpmbCSfAH.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

TANGERANG - Pengawasan warga negara asing (WNA) di wilayah Tangerang saat ini sedang diperketat, mengingat ada hampir 5000 WNA yang tinggal di wilayah tersebut.

Pengetatan pengawasan ini juga melibatkan polisi di wilayah Tangerang Raya, untuk mempercepat penindakan terhadap orang asing yang melanggar aturan.

"Saat ini kita bekerja sama dengan 3 Polres, yaitu Polresta Tangerang, Polrestro Tangerang Kota, dan Polres Tangerang Selatan. Ini untuk mempermudah pengawasan kami terhadap orang asing," ujar Kepala Kantor Imigrasi Tangerang Klas I Non TPI Felucia Sengky, pada Sabtu (1/5/2021).

Warga di wilayah Tangerang bisa melaporkan tindak pelanggaran orang asing dengan melapor ke Sistem Pengaduan Orang Asing (Sipoa), kali ini pengaduan dari warga akan langsung diproses dalam waktu kurang dari 24 jam karena adanya polisi yang ikut memantau. Laporan dari warga akan langsung diteruskan ke Polsek terdekat, sehingga pelanggar bisa langsung ditindak.

"Aduan di Sipoa nanti bisa langsung diteruskan ke Polsek masing-masing wilayah, sehingga bisa dilakukan tindakan secepatnya," lanjut Sengky.

Sebelumnya personil pengawasan orang asing di Kantor Imigrasi Tangerang mengalami kendala karena kekurangan anggota, terlebih lagi jumlah WNA di Tangerang hampir mencapai 5000 orang yang tersebar di tiga kabupaten dan kota. Tak hanya itu, banyak juga WNA yang bekerja di wilayah Tangerang namun berdomisili di luar Tangerang.

"Memang jumlah personel kami terbatas, sehingga kami menggandeng polisi setempat untuk bekerja sama. Harapannya tentu mempermudah pengawasan kami terhadap orang asing," lanjutnya.

Adapun jenis pelanggaran yang biasa terjadi adalah kasus overstay, atau tinggal melebihi masa izin yang berlaku. Selain itu, ada juga pelanggaran cyber, dan penyalahgunaan narkoba, sehingga perlu adanya tim yang mengawasi orang asing di wilayah masing-masing.

"Paling banyak kasusnya overstay, dan kemarin juga ada yang dideportasi karena kasus ini," pungkasnya

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini