Ketua Barisan Kesatria Nusantara & Eks Ketua Hilal Merah Indonesia Bersaksi dalam Sidang Habib Rizieq

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 03 Mei 2021 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 338 2404691 ketua-barisan-kesatria-nusantara-eks-ketua-hilal-merah-indonesia-bersaksi-dalam-sidang-habib-rizieq-LHuAqZDuia.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab dalam perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/5/2021).

Adapun agenda sidang hari ini majelis hakim melakukan pemeriksaan saksi serta ahli yang dapat meringankan terdakwa Habib Rizieq Shihab (HRS).

Dalam pantauan MNC Portal di lokasi, Ketua Barisan Kesatria Nusantara, Zainal Arifin dan Eks Ketua Hilal Merah Indonesia (Himi) FPI, Ali Hamid hadir sebagai saksi.

Sementara itu, sidang dimulai pukul 09.20 WIB. Hingga saat ini sidang masih berlangsung secara offline dengan pemaparan saksi Haris Ubaidillah selalu ketua panitia acara Maulid di Petamburan tersebut.

Eks Ketua Himi FPI, Ali Hamid mengungkapkan bahwa dirinya telah mengetahui acara tersebut seminggu sebelum pelaksanaan. Dirinya juga diminta untuk membantu mengimbau protokol kesehatan di lokasi acara tersebut.

Baca juga: Sidang Kerumunan Petamburan Habib Rizieq, Saksi Ngaku Terus Imbau Jamaah Patuhi Prokes

"Panitia meminta saya datang, serta membawa 20 anggota untuk membantu mengimbau prokes kepada jamaah yang hadir," terang Ali dalam persidangan.

Ali menambahkan bahwa dirinya beserta anggota terus mengimbau jamaah untuk mematuhi prokes. Namun, faktanya beberapa jamaah ada yang patuh dan ada yang tidak dalam acara tersebut.

Baca juga: Sidang Lanjutan Hadirkan Saksi Meringankan untuk Habib Rizieq

"Ada yang tidak kami memberikan masker, tapi ada juga yang tidak patuh karena kembali kepada kesadaran masing-masing. Prinsipnya kami telah mengimbau secara berkala," pungkasnya.

Sebelumnya, Habib Rizieq didakwa kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan nomor perkara 221 dan 222 terkait kerumunan di Petamburan.

Rizieq bersama kelima eks petinggi FPI didakwa Pasal 160 KUHP jo Pasal 99 Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Lalu, Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU nomor 17 Tahun 2013 tenang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dalam perkara kerumunan di Megamendung, Habib Rizieq didakwa telah melanggar Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Dirinya dinilai menghalangi satuan tugas (Satgas) Covid-19 dalam menanggulangi Covid-19.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini