Pegawai Kemensos Akui Kerap Diajak Karaoke Bareng Terdakwa Suap Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 03 Mei 2021 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 338 2404825 pegawai-kemensos-akui-kerap-diajak-karaoke-bareng-terdakwa-suap-bansos-covid-19-ISQkBDG404.jpg Sidang lanjutan kasus suap bansos Covid-19 di PN Tipikor Jakarta, Senin (3/5/2021). (Foto : Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) Robin Saputra mengakui kerap diajak terdakwa kasus dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19, Matheus Joko Santoso, karaoke atau nyanyi bersama di Club Raia. Kata Robin, Matheus Joko mengajak karaoke sebagai hiburan setelah lelah bekerja mengurus Bansos Covid-19.

Demikian diakui Robin saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan Bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Matheus Joko Santoso, pada hari ini. Robin mengakui karaoke bersama Matheus Joko saat dikonfirmasi oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Seperti yang dijelaskan sebelumnya Pak yang untuk karaoke itu, ke Raia. Untuk hiburan karena bekerja seharian. Karena kerja pagi sampai malam," ujar Robin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/5/2021).

Selain oleh Matheus Joko, Robin mengaku pernah diajak karaoke ke Club Raia oleh konsultan hukum yang kini berstatus sebagai terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Harry Van Sidabukke. Robin diajak karaoke oleh Harry Sidabukke sebanyak empat kali.

"Saya tidak ingat pastinya, tapi seingat saya empat kali (karaoke bareng Harry Sidabukke). Cuma Harry (yang mengajak karaoke)," ungkapnya.

Baca Juga : Hadir di Sidang Juliari, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi : Sama-Sama Pembalap

Dalam sidang ini, Robin mengaku pernah menerima uang sekitar Rp86 juta dari Matheus Joko selaku atasannya. Uang diberikan secara bertahap dengan nominal tertinggi Rp35 juta per satu kali transaksi. Selain itu, kata Robin, tim teknis bansos Covid-19 lainnya juga menerima uang makan, minum, serta rokok dari Harry. "Uang lelah," singkatnya.

Ia berdalih tidak mengetahui asal-usul uang tersebut. Namun demikian, dalam surat dakwaan jaksa, Matheus disebut menerima uang fee operasional sebesar Rp100 juta dari Harry Sidabukke di Club Raia yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Uang tersebut diberikan berkaitan dengan penunjukan PT Mandala Hamonangan Sude dan PT Pertani, sebagai perusahaan yang akan jadi penyedia paket bansos Covid-19 berupa sembako.

Sekadar informasi, Matheus Joko Santoso didakwa turut serta atau bersama-sama dengan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan PPK Kemensos, Adi Wahyono, menerima suap Rp32 miliar dari pengusaha penyedia paket sembako untuk penanganan Bansos Covid-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Baca Juga : Juliari Batubara Pertanyakan Asal Usul Suap Rp29 Miliar di Dakwaan Jaksa

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini