Nekat Mudik Lebaran, Warga Bekasi Siap-siap Dikarantina Lima Hari

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Senin 03 Mei 2021 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 338 2404930 nekat-mudik-lebaran-warga-bekasi-siap-siap-dikarantina-lima-hari-S29Pw4ruw0.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menindak tegas warganya yang nekat pulang kampung saat pelarangan mudik Lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Pemkot Bekasi akan melakukan karantina selama lima hari bagi warganya yang kedatapan mudik lebaran. Aturan ini diterapkan guna mengantisipasi kenaikan kasus dari klaster mudik lebaran lantaran Kota Bekasi sudah masuk zona hijau

”Kalau ingin balik Bekasi, wajib karantina lima hari,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (3/5/2019).

Larangan mudik bagi warganya sebagaimana surat nomor 440/558/SET.COVID-19, Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi melarang warganya untuk mudik.

Baca juga: Belasan Warga Bekasi Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin Tahap I

Peran RT dan RW penting untuk mempertahankan 98 persen wilayah berstatus zona hijau, pemantauan dan sosialisasi larangan mudik musti ekstra dilakukan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Walkot Bekasi Sebut Bukan karena Libur Natal

Menurut dia, Pemkot Bekasi telah melakukan serangkaian antisipasi sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Selain isolasi mandiri, pelaku perjalanan yang baru saja tiba di Kota Bekasi diimbau untuk melakukan pemeriksaan PCR atau rapid antigen.”Fungsi RT dan RW menjadi ujung tombak untuk mendata dan mengawasi warganya,” ucapnya.

Untuk itu, rencana untuk melakukan tes acak pasca lebaran bukan tidak mungkin dilakukan, lebih lanjut pihaknya masih memperhatikan penyebaran Covid-19 hingga pasca hari raya. Tes acak di semua wilayah Kota Bekasi ini rencananya dilakukan berbarengan menyusul rencana pembelajaran tatap muka.

Belajar dari temuan kasus Covid-19 pascalibur panjang dan lebaran tahun 2020 lalu, pihaknya khawatir saat pergerakan warga tidak terpantau akan memicu kembali penyebaran kasus di wilayahnya. Saat ini, di lingkungannya nihil kasus, satu kasus terkahir pada awal bulan Rramadhan telah dinyatakan sembuh

Rahmat menambahkan, imbauan kepada warganya untuk tidak mudik berlaku tanpa terkecuali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Pergerakan warga pulang kampung diakui menjadi kekhawatiran bagi Kota Bekasi ditengah situasi penyebaran Covid-19 cenderung rendah akhir-akhir ini.

”Tapi kalau kita lihat perkembangan ini, yang kita khawatirkan perkembangan di luar seperti di India dan Eropa, memang ada was-was,” ungkapnya.

Hingga Minggu 2 Mei 2021, total kasus terkonfirmasi sudah menginjak angka 42.434 kasus, 336 kasus diantaranya masih dalam perawatan dan isolasi mandiri. Total kasus terkonfirmasi sembuh sebanyak 41.557 kasus, 541 kasus meninggal dunia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini