Imbas Penutupan Tanah Abang, Pengguna KRL di Stasiun Palmerah & Karet Melonjak

Riezky Maulana, iNews · Selasa 04 Mei 2021 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 338 2405208 imbas-penutupan-tanah-abang-pengguna-krl-di-stasiun-palmerah-karet-melonjak-cuZ3TWlrGK.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT KAI Commuter mencatat adanya lonjakan pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) di beberapa stasiun alternatif, yakni Stasiun Palmerah dan Stasiun Karet, Jakarta, pada Senin 3 Mei 2021. Hal ini imbas penutupan layanan naik-turun di Stasiun Tanah Abang.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, tercatat jumlah pengguna di Stasiun Palmerah mencapai 12.464 orang dengan rincian bertambah 49 persen jika dibandingkan dengan pekan lalu di waktu yang sama yakni 8.333 orang.

"Stasiun alternatif lainnya yaitu Karet juga mencatat kenaikan jumlah pengguna hingga 73 persen dibanding Senin pekan lalu pada waktu yang sama. Hingga pukul 21.00 hari ini, Stasiun Karet telah melayani 7.535 pengguna," katanya melalui keternagan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Lebih jauh dikatakan Anne, berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan penyesuaian layanan di hari pertama tersebut, maka mulai hari ini, Selasa, pengguna KRL akan diizinkan transit atau berganti kereta di Stasiun Tanah Abang. Meski demikian, Stasiun Tanah Abang tetap tidak melayani pengguna yang hendak keluar maupun masuk stasiun pada pukul 15.00-19.00 WIB.

Baca juga: Penumpang Menumpuk di Stasiun Palmerah Imbas KRL Tak Berhenti di Tanah Abang

Menurut dia, saat di jam-jam sibuk pagi dan sore hari petugas melakukan penyekatan di stasiun padat. Seperti di Stasiun Palmerah sore hingga malam dilakukan penyekatan yang dibagi dalam beberapa zona.

Baca juga: Stasiun Tanah Abang Ditutup, Penumpang di Stasiun Palmerah Meningkat 45 Persen

Penyekatan di Stasiun Palmerah, sambungnya, terbahi dalam beberapa zona. Antara lain, saat pengguna akan masuk stasiun, di hall tengah stasiun, sampai dengan ujung di depan pos kesehatan untuk selanjutnya diarahkan menuju peron satu.

"Penyekatan bertujuan untuk menghitung jumlah pengguna yang naik KRL sesuai kuota masing-masing stasiun," tuturnya.

"Petugas KAI Commuter dibantu tambahan petugas keamanan senantiasa menerapkan protokol kesehatan bagi para pengguna, seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL. Upaya menjaga jarak juga dilakukan saat kondisi stasiun padat yaitu dengan penyekatan sebelum pengguna naik KRL," kata dia melanjutkan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini