KRL Tak Berhenti di Stasiun Tanah Abang, Warganet: Merugikan Orang Banyak

Agregasi Sindonews.com, · Selasa 04 Mei 2021 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 338 2405221 krl-tak-berhenti-di-stasiun-tanah-abang-warganet-merugikan-orang-banyak-qhuezHlv4D.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT KAI Commuter menerapkan kebijakan kereta rel listrik (KRL) tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang mulai Senin 3 Mei 2021 sejak pukul 15.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB. Hal ini dilakukan agar mencegah warga berkerumunan di kawasan Pasar Tanah Abang.

Perjalanan KRL dari Rangkasbitung, Parung Panjang, atau Serpong tujuan Tanah Abang, seluruh perjalanannya sampai Stasiun Palmerah.

Sedangkan KRL relasi Depok, Bogor, Nambo-Jatinegara, Kampungbandan, hingga Angke, tidak melayani pengguna yang naik dan turun di Stasiun Tanah Abang.

"Para pengguna KRL yang hendak turun di Stasiun Tanah Abang diharuskan turun di stasiun alternatif seperti Stasiun Karet, Stasiun Duri, atau Stasiun Angke," tulis akun @CommuterLine di Twitter.

Baca juga: Penumpang Menumpuk di Stasiun Palmerah Imbas KRL Tak Berhenti di Tanah Abang

Kebijakan ini sontak mendapat berbagai respon dari warganet. Mayoritas dari warganet tidak setuju dengan kebijakan tersebut karena dinilai menyusahkan penumpang KRL.

Baca juga: Ada Bus Gratis di StasiunTanah Abang, Ini Rutenya

"Wah bikin regulasi yang jelas dong, merugikan orang banyak kalau gini. Stasiun Tanah Abang kan stasiun transit, masa di jam pulang kerja tidak melayanin perjalanan kereta api. Saya ibu hamil tiap hari PP Cawang - Jurangmangu harus gimana solusi nya coba?" tanya salah seorang warganet, membalas cuitan KAI Commuter.

"Atas dasar apa sih peraturan kayak gini? Yang rame orang-orang pada belanja Sabtu-Minggu, yang kena imbas orang yang kerja," kata warganet lainnya.

Akun @CommuterLine juga cukup aktif membalas pertanyaan-pertanyaan yang masuk tersebut, dengan menyarankan alternatif yang memungkinkan menggunakan moda transportasi lain.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini