Penyelundup Benih Lobster Sudah 8 Kali Beraksi, Paket Dibungkus Selada Air

Isty Maulidya, Okezone · Selasa 04 Mei 2021 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 338 2405563 penyelundup-benih-lobster-sudah-8-kali-beraksi-paket-dibungkus-selada-air-PXPZnQWteJ.jpg Foto: Isty Maulida

TANGERANG - Tersangka kasus penyelundupan benih lobster senilai lebih dari Rp7 miliar di Bandara Soekarno-Hatta rupanya sudah 8 kali beraksi di 2021. Pengiriman lobster disamarkan dengan sebuah perusahaan fiktif yang sengaja dibuat tersangka HZ, DS, dan GAB untuk melancarkan aksinya itu. 

"Tersangka yang diamankan sebanyak 4 orang, 3 di antaranya mendirikan perusahan fiktif untuk menyelundupkan benih lobster, dan sudah melakukan penyelunduan ini sebanyak 8 kali di tahun 2021," jelas Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes pol Adi Ferdian Saputra, Selasa (4/5/2021). 

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp8,9 Miliar

Pilihan ribu lobster tersebut diselipkan di antara ikatan selada air untuk disamarkan. Rencananya, lobster tersebut akan dikirimkan ke Singapura dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-0836 dengan jadwal penerbangan Selasa 06 April 2021, pukul 15.30 WIB.

"Saat dilakukan pemeriksaan, rupanya lobster tersebut disembunyikan dalam sayuran jenis selada air dan juga dilaporkan sebagai pengiriman sayuran," lanjut Adi.

Saat ini puluhan ribu benih lobster tersebut sudah dilepasliarkan di perairan Anyer, Serang Provinsi Banten. Sementara sebanyak 120 Lobster disisakan untuk keperluan penyelidikan.

Baca juga: Tegas! RI Stop Ekspor Benih Lobster

"Setelah dilakukan penghitungan, pada hari yang sama juga benih lobster itu langsung dilepas liarkan di perairan Anyer, Serang untuk menjaga sumber daya alam," lanjutnya.

Adapun pasal yang dikenakan dalam kasus ini adalah Pasal 88 Jo Pasal 16 Ayat (1) dan/atau Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan atau Pasal 87 Jo Pasal 34 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhandengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini