Heboh Sopir Mobil Mengaku Warga 'Negara Sunda Nusantara', Ini Kata Polisi

Antara, · Rabu 05 Mei 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 338 2405983 heboh-sopir-mobil-mengaku-warga-negara-sunda-nusantara-ini-kata-polisi-d1WfG0g9s6.jpg Polisi mencegat mobil bernopol aneh di Tol Cawang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya menahan sebuah kendaraan dengan pelat nomor SN 45 RSD dengan identitas kendaraan yang diterbitkan oleh ‘Negara Sunda Nusantara’.

"Kita tilang berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Tidak hanya ditilang, saat ini penyidik Polda Metro Jaya juga tengah menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam perkara tersebut.

Baca juga: Ini Penampakan SIM dan STNK 'Negara Sunda Nusantara' Sopir Mobil Bernopol Nyeleneh

"Kita akan koordinasi dengan penyidik reserse apakah ada pelanggaran pidananya," tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Sat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal mengatakan saat ini kendaraan dengan pelat dan identitas palsu tersebut ditahan di Mapolda Metro Jaya. Polisi juga mengamankan dua pria yang ada di dalam kendaraan tersebut untuk dimintai keterangan.

"Kita amankan dua orang semuanya mengaku warga negara Kekaisaran Sunda Nusantara, dua pria. Ini ada semacam KTP-nya," ujar Akmal.

Baca juga: Viral Sopir Mobil Mewah Bernopol Aneh, Ternyata Punya SIM 'Negara Sunda Nusantara'

Adapun pasal yang dikenakan kepada pengemudi kendaraan tersebut yakni Pasal 288 dan 280 UU LLAJ.

"Sementara kita tilang. Tidak ada dokumen, Pasal 288 sama 280. Dia pelanggaran tidak ada nomor dan tidak dapat menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi mencegat mobil bernomor polisi nyeleneh, yakni SN 45 RSD di Tol Cawang. Berdasarkan foto yang diterima Okezone, sopir tersebut bernama Rusdi Karepesina kelahiran Ambon. Dia memiliki SIM dan STNK versi Negara Kekaisaan Sunda Nusantara.

Rusdi disebutkan beralamat di Pondok Kepala, Duren Sawit, Jakarta. Surat itu ditandatangi Ahmad Fauzi yang disebut sebagai 'Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan' pada 21 Februari 2020.

Bahkan, Rusdi juga mengeluarkan surat izin mengemudi (SIM) versi 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara' yang disebut surat kelayakan mengemudi (SKM).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini