H-1 Pelarangan Mudik, 314 Penumpang Berangkat dari Terminal Kalideres

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 05 Mei 2021 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 338 2406256 h-1-pelarangan-mudik-314-penumpang-berangkat-dari-terminal-kalideres-au0uiR3HTw.jpg Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen (foto: MNC Portal/Dimas)

JAKARTA - Sehari sebelum berlakunya pelarangan mudik, Terminal Kalideres mengalami penurunan penumpang yang signifikan. Terdata, hanya 314 penumpang yang berangkat pada Rabu (5/5/2021).

"Sampai jam 18.00 WIB hanya 314 penumpang dengan kendaraan bus yang berangkat sebanyak 66," kata Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen.

Baca juga:  Masih Boleh Keluar Kota saat Larangan Mudik, Begini Aturannya

Revi mengatakan, para penumpang yang untuk tujuan yang mendominasi yakni Padang, Palembang, Bengkulu, Lampung dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Nanti malam mulai pukul 00.00 sudah mulai berlaku penyekatan larangan mudik tanggal 6-17 Mei. Dan mulai sore hingga kini sudah sepi sekali. Kemungkinan tidak ada peningkatan lagi untuk hari ini," kata Revi.

Baca juga:  Catat! Ini Syarat Naik Kereta Jarak Jauh Selama Masa Larangan Mudik

Sementara itu, lanjut Revi, untuk pelayanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) besok, Terminal Kalideres ditutup sementara untuk masyarakat umum. Kecuali untuk layanan AKAP dengan kepentingan mendesak atau non-mudik.

"Berarti besok tetap dibuka dengan syarat mobil bus itu harus punya stiker dari Direktorat Jendral Perhubungan Darat, kemudian penumpang yang berangkat harus punya syarat khusus," imbuhnya.

Adapun Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta yang diperbolehkan berangkat menggunakan bus AKAP, Revi menjelaskan, ia harus memiliki surat izin berstempel basah dari atasan. Selain itu juga telah memiliki surat keterangan negatif covid-19 baik Rapid Tes Antigen maupun tes GeNose.

"Sementara bila dia masyarakat umum dia harus menyiapkan surat izin keluar masuk (SIKM) yang dibuat di keluarahan yag ditandatangani lurah baik secara dia datang ke kelurahan atau melalui aplikasi JAKO. Dia juga harus mengisi aplikasi E-Hak nanti bisa dibantu oleh petugas kita di terminal," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya bagi armada bus atau penumpang yang melanggar ketentuan diatas, maka akan dikenakan sanksi oleh petugas yang berada di pos penyekatan.

"Kendaraan yang tidak memenuhi syarat itu tadi berarti petugas nanti bakal memutar balikan kendaraaan itu," tutup Revi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini