Wali Kota Bekasi Jamin Operasi Ketupat Jaya 2021 Berlangsung Humanis

Riezky Maulana, iNews · Kamis 06 Mei 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 338 2406398 wali-kota-bekasi-jamin-operasi-ketupat-jaya-2021-berlangsung-humanis-fOyfUlaJBa.jpg Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam acara pelepasan tim Operasi Ketupat 2021.(Foto:iNews))

JAKARTA - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2021 akan berjalan dengan humanis. Hal tersebut dilakukan mengingat pandemik Covid-19, khususnya di Kota Bekasi masih berlangsung.

"Tadi sudah jelas bahwa gelar Operasi Ketupat Jaya 2021 ini dilakukan dengan humanis, walaupun ada penekanan jika masih ada yang melanggar. Humanis itu tentu akhirnya adalah bagaimana untuk pencegahan Covid-19,” kata pria yang karib disapa Pepen itu salam amanatnya saat Apel Operasi Ketupat Jaya, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Ops Ketupat Lebaran, Kapolri Kerahkan 171.457 Personel Gabungan Amankan 92.598 Objek Vital

Dia menuturkan, peran serta dan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi lonjakan Covid-19 akibat dari tradisi mudik sangat dibutuhkan, dengan mengikuti anjuran yang diberikan pemerintah. "Karena kalau kita lihat tren nya sekarang di medsos Jawa Barat dengan Jawa Tengah sudah mulai masuk ke zona merah,” ujarnya.

Baca Juga: Sambut Idul Fitri, Polri Siapkan Operasi Ketupat Masa Pandemi Covid-19

Untuk arus mudik Tahun 2021, pihaknya tidak melakukan penambahan terhadap jumlah titik pantau. Akn tetapi, pada pos pantau atau penyekatan dilakukan dengan lebih intensif oleh para petugas.

"Kita pakai 7 titik dulu itu yang sudah diperhitungkan dan dianalisis kita semua, kalau memang ada tambahan nanti diproses perjalanan, sama seperti kita waktu awal-awal kita punya 32 titik,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi mengatakan bahwa petugas akan melakukan tindakan tegas terhadap pemudik yang masih nekat melakukan perjalanan mudik.

“Kemudian ada juga cek poin ada dua titik, di Harapan Indah dan Sumber Arta, cek poin ini sifatnya pengecekan, apakah prokes nya berjalan atau tidak kemudian ada putaran balik apabila dia akan melakukan mudik maka akan kita putar balik,” kata Kapolres.

"Ini akan kita laksanakan selama 24 jam secara terus menerus kemudian jalur utama seperti Kalimalang yang berbatasan dengan Jakarta Timur kemudian yang arah Cikampek akan kita ketatkan lagi," ungkapnya.

“Kemudian Jalur tikus juga akan tetap dilakukan pengawasan secara ketat selama 24 jam oleh Polsek masing-masing,” kata Kapolres.

Aloysius memaparkan, agomerasi masih diperbolehkan, namun dengan pengecekan secara ketat. Menurut dia, apabila kedapatan ada indikasi mudik atau travel maka akan diambil tindakan tegas bahkan sanksi pidana menanti. 

Polres Metro Bekasi Kota, sambunganya juga melibatkan Dai Kamtibmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik. Diharaokan dengan pelibatan ulama, masyarakat bisa lebih mudah memahami. 

“Kalau sudah ulama yang bicara mudah-mudahan dapat didengar oleh umat,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini