Catat Nih, Pemkot Tangerang Berlakukan Aturan dari Pondok Aren ke Ciledug Harus Pakai SIKM

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 06 Mei 2021 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 338 2406412 catat-nih-pemkot-tangerang-berlakukan-aturan-dari-pondok-aren-ke-ciledug-harus-pakai-sikm-6P4zlVuSLH.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

TANGERANG - Larangan mudik Lebaran mulai hari ini, Kamis 6 Mei hingga 17 Mei 2021 resmi berlaku. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengeluarkan aturan warga yang keluar masuk wilayah dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Dengan diberlakukannya SIKM, maka warga tidak bisa sembarangan masuk wilayah Kota Tangerang tanpa mengantongi SIKM.

Misal, warga Pondok Aren, wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang ingin berkunjung ke rumah saudaranya di Ciledug, Kota Tangerang, harus punya SIKM dari kelurahan tempat tinggalnya.

Baca Juga: 8 Kendaraan yang Akan Mudik dari Depok ke Ciamis dan Cilacap Diamankan Polres Bogor

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman, ada beberapa aturan tentang SIKM yang penerapannya perlu diperhatikan warga.

Baca Juga: Aparat Masih Dapatkan Sejumlah Kendaraan Angkut Pemudik

"Masyarakat pekerja sektor informal dan nonpekerja, wajib membawa SIKM yang dilengkapi dengan tanda tangan basah atau elektronik dari lurah domisili tempat tinggal pemohon, serta indentitas diri calon pelaku perjalanan," kata Herman, kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

Dilanjutkan dia, SIKM hanya dikeluarkan untuk keperluan mendesak, seperti ada keluarga yang sakit, meninggal, ibu hamil dan mendampingi orang sakit. Yang perlu dicatat, SIKM hanya berlaku 1 kali.

"SIKM dari kelurahan domisili tinggal berlaku hanya untuk satu kali perjalanan. Yang bisa mengurus hanya beberapa kriteria masyarakat, sesuai dengan surat edaran Satgas Covid-19," sambungnya.

Camat Ciledug Syarifuddin melanjutkan, SIKM hanya berlaku bagi warga yang mau keluar masuk kota atau kabupaten sekitar, karena kebutuhan mendesak.

"Hanya bagi yang punya kebutuhan untuk kunjungan keluarga yang sakit, ada keluarga yang meninggal, ibu hamil yang hanya boleh didampingi 1 orang, dan persalinan atau melahirkan yang hanya didampingi dua orang," jelasnya.

Pemakaian SIKM ini sengaja dibuat agar warga tidak melakukan mudik lokal, meski masih dalam wilayah aglomerasi Jabodetabek, maupun luar wilayah itu.

Sementara itu, Wulan (28), warga Pondok Aren mengaku SIKM berlebihan. Apalagi, dengan alasan mencegah terjadinya mudik lokal. Dirinya sendiri, punya keluarga besar di wilayah Ciledug.

"Ah, berlebihan itu sih. Cuma 4 KM dari sini, masa harus pakai SIKM. Saya gak bakal urus itu sih. Kalau teman saya yang rumahnya di Jakarta mau ke Bekasi mungkin pantas ya urus SIKM," jelasnya.

Wulan pun mengaku lebih memilih lewat jalur tikus ketimbang ke Ciledug pakai SIKM. Apalagi, dirinya yakin saat Lebaran aturan itu hanya tinggal aturan saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini