Malam Takbiran dan Jajanan Lebaran Tempo Doeloe

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 09 Mei 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 09 338 2407891 malam-takbiran-dan-jajanan-lebaran-tempo-doeloe-JBaxJnh6Vs.jpg Malam takbiran (Ilustrasi/Dok Sindo)

SEJARAWAN betawi (alm) Alwi Shahab menjelaskan, zaman dulu sekitar tahun 1950-1970, malam takbiran dirayakan dengan keliling kampung jalan kaki berombongan.

Jadi pada hari terakhir berpuasa, begitu selesai berbuka, anak-anak, remaja, pemuda-pemudi, dan bapak-bapak, langsung bergegas menuju masjid di lingkungan masing-masing.

"Di sana kemudian mengumandangkan takbiran sampai adzan Isya. Setelah sholat Isya, semua segera mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan untuk acara takbir keliling," ujarnya.

Ada yang mempersiapkan peralatan pengeras suara berupa aki, ampli, beberapa mic, speaker masjid, kemudian disusun dalam sebuah gerobak. Ada yang menyusun bedug masjid untuk tabuhan mengiringi gema takbir. 

"Bukan hanya bedug, beberapa peserta takbiran juga menenteng kentongan dari batang bambu," ucapnya. 

Sementara yang lainnya mulai menghidupkan obor-obor yang juga terbuat dari bambu. Ada juga beberapa remaja yang mempersiapkan minyak tanah di dalam botol.

Setelah semua persiapan beres, langsung dimulai acara takbiran keliling kampung menyusuri jalan-jalan desa. Semua peserta benar-benar mengumandangkan takbir dengan perasaan sukacita dan bahagia yang tak terlukiskan menyambut hari kemenangan.

Diiringi tabuhan bedug dan kentongan dari batang bambu. Bercahayakan liukan api ratusan obor bambu para peserta takbiran. Di pagar-pagar kayu di setiap depan rumah warga, biasanya juga dipasangi deretan obor-obor kecil.

Nanti ketika berjumpa dengan iring-iringan rombongan takbir keliling dari masjid lain, remaja-remaja yang tadi membawa botolan minyak tanah, akan meminum minyak tanah tersebut.

Tapi tidak sampai ditelan, cuma di dalam mulut, kemudian disemburkan di depan api obor, sehingga akan menghasilkan semburan api yang besar ke udara. 

Baca Juga : Polisi Akan Bubarkan Takbir Keliling di Jakpus

Atraksi ini semacam gaya-gayaan di depan rombongan takbir keliling masjid lain. Rombongan dari masjid lain juga tidak akan tinggal diam. Mereka juga akan unjuk kebolehan dengan cara yang sama.

Setelah mengelilingi kampung dan tiba kembali ke masjid, takbiran akan dilanjutkan di masjid sampai pagi. 

Baru dua minggu puasa , aroma lebarannya sudah mulai terasa. Ibu-ibu sudah mulai mencicil membuat jajanan lebaran, menjemur rengginang dan kerupuk-kerupuk, sehingga nanti ketika mendekati hari H tinggal menggoreng. 

Lima hari menjelang hari kemenangan, kesibukan membuat kue lebaran semakin menjadi-jadi. Ibu-ibu dan remaja putri sudah sibuk membuat rempeyek, kerupuk, rengginang, keripik pisang, keripik ketela, kuping gajah, antari, wajik, jadah, tape ketan dan macam-macam jajanan lainnya. 

Waktu itu, jajanan yang disajikan di hari Lebaran memang didominasi kue-kue hasil olahan sendiri. Sehingga walaupun nama jajannya sama, cita rasanya akan tetap berbeda pada tiap-tiap rumah. Dulu memang jarang jajanan beli, bahkan kaleng Khong Guan isinya rengginang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini