Geram Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI!

MNC Portal, · Senin 10 Mei 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 338 2408330 geram-prajuritnya-dikepung-mata-elang-mayjen-dudung-tidak-menghargai-tni-NWsIHfETCL.jpg Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (foto: Sindo)

JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman geram atas ulah 11 debt collector yang menghadang dan mengepung Serda Nurhadi, Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakut. Menurut jenderal bintang dua tersebut, prajuritnya saat itu hendak menolong warga yang sedang sakit.

(Baca juga: Kepung Anggota TNI, Ketua Organisasi Mata Elang Minta Maaf ke Mayjen Dudung)

"Sangat disayangkan para debt collector tidak menghormati, menghargai ada petugas, anggota TNI yang mencoba membawa kendaraan ke rumah sakit, hanya ingin menolong masyarakat," kata Dudung di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Selain itu kata dia, Pomdam Jaya juga telah memeriksa Serda Nurhadi dan melakukan klarifikasi atas kejadian tersebut. Dia memastikan, prajuritnya tersebut tak terkait dengan pemilik mobil yang sedang dikejar 11 mata elang yang kini telah diamankan di Polres Jakarta Utara.

(Baca juga: Polisi Tangkap 11 Debt Collector Pengepung Mobil Serda Nurhadi)

"Tidak ada kaitan sama sekali, Serda Nurhadi hanya ingin membantu agar tidak terjadi kemacetan, membantu masyarakat yang sedang kesulitan,"jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran untuk menindak tegas segala bentuk aksi debt collector yang meresahkan masyarakat.

"Saya sudah koordinasi dengan Kapolda, perilaku debt collector seperti ini akan kita hentikan,"tegasnya.

Sekadar diketahui, peristiwa pengadangan ini viral di media sosial (medsos). Pada hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul.14.00 WIB, pada saat Serda Nurhadi anggota Babinsa Semper Timur mendapatkan laporan ada kendaraan didepan kantor Kelurahan Semper Timur yang macet total karena terdapat sebuah mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih dikepung sejumlah mata elang.

Dikarenakan Serda Nurhadi tak cukup mahir mengendarai mobil jenis matic, sehingga dirinya membawa kendaraan tersebut dengan berjalan pelan-pelan dan pada saat akan masuk kedalam jalan Tol. Kemudian mobil tersebut di kepung oleh beberapa orang debt collector disertai dengan ancaman kekerasan seperti yang terjadi didalam video viral tersebut.

Setelah itu Serda Nurhadi turun dari kendaraan tersebut dan korban membawa mobil tersebut ke Polres Jakut dengan diikuti oleh beberapa orang Debt collector. Didapatkan informasi bahwa Mobil jenis Honda Mobilio B 2638 BZK tersebut ada tunggakan kredit leasing CLIPAN selama delapan bulan. Setelah kejadian tersebut, kemudian korban membuat laporan polisi.

Kesebelas pelaku yang ditangkap yakni. YAK, JAK, HHL, HEL, PA, GL, GY, JT, AM, DS dan HR. Nasriadi mengungkapkan sebelas orang yang ditangkap semuanya merupakan debt collector.Atas penangkapan tersebut, para tersangka dijerat pasal 335 ayat (1) Dan 53 Jo 365 KUHP tentang ancaman kekerasan dan percobaan pencurian dengan kekerasan. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini