Saksi Sidang Kerumunan Habib Rizieq, Refly Harun: Pelanggar Prokes Cukup Sanksi Administratif

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 10 Mei 2021 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 338 2408418 saksi-sidang-kerumunan-habib-rizieq-refly-harun-pelanggar-prokes-cukup-sanksi-administratif-jVz8BODMTJ.jpg Habib Rizieq Shihab.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan karantina kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab. Refly diboyong kuasa hukum Habib Rizieq sebagai saksi ahli.

Refly mengatakan, pelanggaran pidana sejatinya memiliki dua prinsip. Pertama prinsip mala in se dan mala prohibita. Artinya, lanjut dia, tindak pidana yang masuk dalam prinsip mala in se masih dapat diselesaikan di luar hukum.

Baca Juga: Kuasa Hukum Minta Keputusan Penangguhan Penahanan Habib Rizieq Segera Keluar

"Sanksi non pidana bisa diterapkan dan yang menerima juga patuh maka kita bicara untuk apa lagi sanksi pidana," kata Refly di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/5/2021).

Refly mengatakan, dengan memperhatikan prinsip itu maka jelas hukum tidak untuk dipakai sebagai alat balas dendam. Melainkan, sambung dia, hukum harus dapat merestorasi.

Baca Juga: Bersaksi di Sidang HRS, Slamet Maarif: Yang Mulai Salawat Petugas Bandara dan TNI

"Kalau semua pelanggar prokes semua dihukum pidana maka berdasarkan equality before the law semua harus diproses demi menegakkan dua prinsip tadi. Tapi tujuan dari hukum bukan itu, tujuan hukum itu tertib sosial," ujarnya.

Menyikapi perkara HRS yang didakwa dengan pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Refly menuturkan, untuk menekankan dakwaan itu maka diperlukan setidaknya dua bukti yang menerangkan kedaruratan kesehatan. Tetapi, sambung dia, hal itu cenderung mustahil dan teramat sulit.

"Kalau susah untuk membuktikannya maka membawa ini ke ranah pidana tidak penting lagi," katanya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini