Kriminolog: Debt Collector Termasuk Kategori Organized Crime

Felldy Utama, iNews · Senin 10 Mei 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 338 2408469 kriminolog-debt-collector-termasuk-kategori-organized-crime-6KheD43DVD.jpg Aksi debt collector memberhentikan pengendara di pintu tol (foto: ist)

JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia, M. Mustofa menyebut tak ada pembenaran atas aksi yang dilakukan oleh penagih utang, atau lebih dikenal debt collector. Hal itu menyusul soal viralnya anggota TNI AD yang dikepung debt collector beberapa hari yang lalu.

"Debt collector tersebut termasuk kategori organized crime (bisnis barang jasa ilegal) yang dalam melakukan kegiatannya mengandalkan kekerasan," kata Mustofa saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (10/5/2021).

Baca juga:  Marah Besar, Mayjen Dudung Sebar Nomor HP dan Akan Sikat Mata Elang

Mustofa menyebut, para debt collector tersebut bertahan karena telah dilindungi atau dibackup berbagai pihak. Dia menyebut, para pihak itu seperti polisi, politisi dan kekuasaan kemanan formal lainnya.

"Jadi nyali mereka besar karena merasa mempunyai backup yang kuat dibandingkan korban, termasuk terhadap anggota militer yang membantu korban," ujar dia.

Baca juga:  Geram Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI!

Sebelumnya beredar video viral anggota TNI berseragam lengkap dikepung debt collector saat hendak mengantar orang sakit ke rumah sakit. Para penagih utang hendak mengambil mobil yang dikemudian Serda Nurhadi.

Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya mengecam tindakan penagih utang yang merampas kendaraan mobil saat dikemudikan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sersan Dua (Serda) Nurhadi ketika mengantar orang sakit.

“Satuan TNI AD khususnya Kodam Jaya, tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak penagih utang yang secara arogan mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan Serda Nurhadi sebagai Babinsa, yang akan menolong warga sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di rumah sakit,” ujar Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS di Jakarta.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini