Diancam Disikat Mayjen Dudung, Pimpinan Mata Elang: Saya Kapok!

Komaruddin Bagja, Sindonews · Senin 10 Mei 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 338 2408518 diancam-disikat-mayjen-dudung-pimpinan-mata-elang-saya-kapok-s1WEze2fgn.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA- Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tidak terima dengan ulah para debt collector yang menghadang dan mengepung Serda Nurhadi, Babinsa Semper Timur Kodim 0502/Jakarta Utara.

(Baca juga: Marah Besar, Mayjen Dudung Sebar Nomor HP dan Akan Sikat Mata Elang)

Bahkan, jenderal bintang dua itu telah menyebarkan nomor HP pribadinya kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika terjadi kembali aksi premanisme oleh mata elang atau debt collector.

Pimpinan kelompok debt collector, Hendry Liautumu meminta maaf atas ulah anak buahnya yang mengepung Serda Nurhadi saat menolong pengendara Mobilio beberapa waktu lalu.

"Saya yang ditugaskan sebagai eksekutor untuk mengambil mobil tersebut. Dan pada saat kejadian itu, saya dan rekan-rekan sebesar-besarnya meminta maaf kepada, terutama TNI Angkatan Darat dan bapak Babinsa Bapak Nurhadi, saya minta maaf yang sebesar-besarnya Pak atas apa yang kita lakukan kemarin itu salah sebenarnya," kata Henry di Makodam Jaya, Senin (10/5/2021).

(Baca juga: Geram Prajuritnya Dikepung Mata Elang, Mayjen Dudung: Tidak Menghargai TNI!)

Hendry mengaku menyesal dengan adanya peristiwa itu. Hendry mengaku kapok bertindak sewenang-wenang terhadap aparat, baik polisi maupun TNI.

"Saya menyesal dengan apa yang saya lakukan kemarin. Sekali lagi saya minta maaf dan akan bertanggung jawab dengan apa yang kami perbuat dengan hukum yang berlaku," tambahnya.

Dalam melaksanakan tugas, kata dia, pihaknya dibekali surat kuasa. Namun dia mengakui, ke 10 anak buahnya yang kini diamankan di Mapolres Jakarta Utara tidak memiliki surat tugas.

"Kalau secara aturan, saya paham. Cuma mungkin kemarin karena, memang sudah klien kita sendiri sampai terjadi kayak begitu. Iya saya mengakui bahwa tindakan saya keluar dari jalur," tutupnya.

Sekadar diketahui, peristiwa pengadangan ini viral di media sosial (medsos). Pada hari Kamis tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul.14.00 WIB, pada saat Serda Nurhadi anggota Babinsa Semper Timur mendapatkan laporan ada kendaraan didepan kantor Kelurahan Semper Timur yang macet total karena terdapat sebuah mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih dikepung oleh beberapa Debt collector.

Dikarenakan Serda Nurhadi tak cukup mahir mengendarai mobil jenis automatic, sehingga dirinya membawa kendaraan tersebut dengan berjalan pelan-pelan dan pada saat akan masuk kedalam jalan Tol. Kemudian mobil tersebut di kepung oleh beberapa orang debt collector disertai dengan ancaman kekerasan seperti yang terjadi didalam video viral tersebut.

Setelah itu Serda Nurhadi turun dari kendaraan tersebut dan korban membawa mobil tersebut ke Polres Jakut dengan diikuti oleh beberapa orang debt collector. Didapatkan informasi bahwa Mobil jenis Honda Mobilio B 2638 BZK tersebut ada tunggakan kredit leasing CLIPAN selama delapan bulan. Setelah kejadian tersebut, kemudian korban membuat laporan polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini