Dituntut 18 Tahun Penjara, John Kei Ajukan Pleidoi Pekan Depan

Dimas Choirul, MNC Media · Rabu 12 Mei 2021 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 338 2409349 dituntut-18-tahun-penjara-john-kei-ajukan-pleidoi-pekan-depan-uk4u5xR5m4.jpg John Kei (Foto: Okezone)

JAKARTA - Usai dituntut 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang pembacaan tuntutan kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan, pada Selasa 11 Mei 2021, terdakwa John Refra alias John Kei bakal mengajukan pembelaan (pledoi) pada pekan depan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Tim pengacaranya, Anton Sudanto. "Kami akan melakukan pleidoi (pembelaan) sebelum tahapan putusan," ujar Anton, Rabu (12/5/2021).

Baca Juga:  John Kei Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara

Anton berharap majelis hakim masih memiliki hati dan nurani untuk mempertimbangkan kembali pleidoi yang akan pihaknya ajukan pekan depan. Sebab, ia menilai bahwa JPU tak pernah mengambil fakta persidangan sebagai dasar pegambilan keputusan penuntutan.

"Kami akan melakukan pleidoi sebaik-baiknya dan akan ungkap sebaik-baiknya. Kami masih yakin bahwa ini bebas untuk bung John," kata Anton.

Diketahui, saat membacakan tuntutan, JPU lebih banyak menggunakan berita acara pemeriksaan (BAP). Atas hal tersebut, John Kei didakwa pasal yang sama dengan rekan-rekannya yang lain.

Ia dikenakan pidana primer Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti. Karenanya, atas perbuatannya, John Kei dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka dengan ini menjatuhkan pidana kepada John Refra alias John Kei dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurang selama terdakwa berada di tahanan," ucap JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Di akhir pembacaan tuntuan, John Kei mengaku menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukumnya, terlebih untuk menyampaikan pleidoi minggu depan.

Baca Juga:  Hadirkan Saksi Ahli, Pengacara Gali Kelayakan Pasal Berlapis yang Menjerat John Kei

John menampik dakwaan JPU. Ia menolak terkait dengan matinya anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengaku hanya memberi kuasa kepada Daniel Farfar untuk menagih utang terhadap Nus Kei.

"Saya tidak pernah menyuruh membunuh, memukul. Saya menyuruh menagih, pada saat itu saya menyerahkan surat kuasa, saya difitnah," ujar John diakhir persidangan.

Diketahui sebelumnya John Kei didakwa pasal berlapis oleh JPU Kajaksaan Negeri Jakarta Barat. Ia didakwa Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kemudian, pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan.

Dakwaan ketiga, Pasal 170 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia.

Keempat, Pasal 351 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan. Kelima, Pasal 2 Ayat (1) UU darurat RI 1951 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini