Derita Pedagang Kembang Kehilangan Pendapatan di Hari Kemenangan

Riezky Maulana, iNews · Rabu 12 Mei 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 338 2409590 derita-pedagang-kembang-kehilangan-pendapatan-di-hari-kemenangan-3Idgwjlwhl.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang kegiatan ziarah ke makam atau nyekar pada Hari Raya Idul Fitri 2021. Hal ini untuk mencegah penularan virus Covid-19 di Ibu Kota.

(Baca juga: Kisah Penuh Haru Gus Miftah Mualafkan Seorang Ateis dari Belanda)

Akibatnya, seluruh Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Jabodetabek akan ditutup sejak 12 sampai dengan 16 Mei 2021. Penutupan itu pun berimbas pada sepinya pembeli para pedagang bunga. Pedagang bunga di TPU Pondok Kelapa Ocih (56) mengeluhkan dagangannya yang tak laku-laku.

(Baca juga: Anies: Ziarah Kubur Dilarang, Pengunjung Tempat Wisata Dibatasi 30%)

Sedari pagi dia sudah menjajakan jualannya, akan tetapi sampai dengan sore hari masih sedikit plastik bunga yang terjual.

"Biasanya hari ini kita udah udah duit separuhnya, sekarang mah belom ada. Pada ketakutan dibilangin ditutup-tutup," tutur Ocih saat ditemui di lokasi, Rabu (12/5/2021).

Menurutnya, jika pemerintah hendak mengeluarkan aturan terkait penutupan TPU, diberitahu dari jauh-jauh hari. Ocih pun mengaku pasrah dengan hal tersebut dan terpaksa berjualan seadanya saja.

"Seharusnya kalau mau dibilangin tutup seminggu sebelum hari H. Ini kan udah belanja bilangnya nutup. Kan kita jadinya gimana ya, pusing juga dijual aja ini selakunya," ucapnya.

Dia terkejut ketika mendengar adanya peraturan tersebut. Padahal dia sudah berbelanja dengan mengeluarkan modal awal sebesar Rp12 juta, sedamgkan di hari-hari biasa, modalnya hanya Rp2 juta.

"Kagetlah, sedangkan modal kan enggak sedikit, biasanya sih modalnya Rp2 juta. Tapi kalau lebaran gini Rp12 juta minimal," katanya.

Ocih pun menjadi ketar-ketir saat berjualan. Menurutnya, ketakutan dia hanya satu, yakni bungan yang dijualnya menjadi busuk.

"Kasian tukang kembang gitu. Udah belanja banyak, kalau enggak boleh ada yang ziarah kan kembangnya dibuang, kalau makanan bisa dimakan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini