Catat! Pemudik Balik ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 16 Mei 2021 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 338 2410638 catat-pemudik-balik-ke-jakarta-wajib-bawa-surat-bebas-covid-19-pmk2px909k.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Arus balik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau Lebaran 2021 akan berlangsung selama akhir pekan ini. Kendati adanya larangan mudik, Kemenhub mencatat sebanyak 1,5 juta warga nekat tetap kembali ke kampung halamannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pemudik yang akan kembali ke Jakarta wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19. Jika tidak, mereka harus mengikuti swab antigen di posko yang sudah didirikan.

"Wajib membawa swab antigen dari daerah asal pada saat masuk ke perbatasan Jakarta wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ini akan diperiksa. Kalau tidak (membawa), kita akan random tes mereka," kata Yusri saat berbincang dengan MNC, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Airlangga: Balik ke Jakarta, Pemudik Bakal Dites Covid-19 di 21 Titik

Ada 12 posko pemeriksaan surat bebas Covid-19 bagi pemudik yang hendak masuk ke Jakarta. Antara lain di Parking Bay KM 34B Cibatu Tol Cikampek arah Jakarta, Terimal Pulogebang, Terminal Kalideres, Jatiuwung, Kebon Nanas, Kantor Dishub Batuceper, Jalan Rengas-Lemahabang, Jalan Raya Parung Ciputat Bojong Sari, Jalan Raya Bogor (SPBU Cilangkap), Pos Sasak Jarang, Pos Tomyang, dan Jalan Gatot Subroto Bitung.

Baca juga: Arus Balik Lewat Tol, Pemudik Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Antigen

Yusri memastikan tidak akan ada pemudik yang lolos dari pemeriksaan surat bebas Covid-19 ini. Jika pun ada, pihaknya bekerja sama dengan perangkat RT/RW akan mengecek surat bebas Covid-19 ke rumah para pemudik tersebut. Jika tidak punya, mereka akan langsung dilakukan swab antigen.

"Kalau memang sudah punya surat, enggak dites. Atau sudah dicek di perbatasan, enggak dites (lagi). Tapi kalau yang enggak (punya surat), kita akan swab antigen, door to door, ini bentuk untuk menekan penularan Covid-19 di Jakarta," tuturnya.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu angka kasus Covid-19 melonjak drastis pasca mudik lebaran. Karena itulah pihaknya tidak ingin kecolongan lagi. Pendataan warga yang mudik pun sudah dilakukan oleh RT/RW dan Tiga Pilar setempat.

"Kita sudah pengalaman tahun lalu, kecolongan tiba-tiba naik. Sekarang kan semuanya di swab bisa ketahuan, kalau positif kita akan isolasi mereka. Yang tahu warganya pulang mudik kan Pak RT, ini yang dikatakan skala mikro kita kedepankan," pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini